Kontemplasi · Renungan

Ketia Ia Menyapa

Ketika aku yang selalu berbuat dosa
Selalu berharap dan terus meminta
Enggan henti walau sementara
Sampai akhirnya lelah tiba menyapa

Saat itu Allah ajak aku berbicara
Bahwa Dia masih selalu sayang
Walau belum terkabul doa-doa
Bukan berarti Ia tak mendengar

Allah hanya ingin aku menyadari
Bahwa Dia akan selalu memberi
Apa-apa yang aku butuh, bukan yang aku suka
Walau itu tak pernah ku sebut dalam doa

Semoga Allah selalu mengampuni
Aku Si Pendosa Tanpa Nota
Yang seakan tak tahu diri
Terus-terusan berdoa dan meminta.

Advertisements
Kontemplasi

Keputusan

Aku berjalan gontai sambil menatap matahari menenggelamkan diri dan terus menatapnya tanpa ekspresi. Seperti banyak yang ingin senja katakan, tapi sudah waktunya dia beranjak ke haribaan. Aku berjalan lurus sampai ke titik pertemuanku dengan ojek langgananku. Tak terasa, senja telah pergi. Meninggalkan aku bergelut dengan malam.

Image Source

Continue reading “Keputusan”

Cinta · Kontemplasi

Mencintaimu Butuh Opening

Bukan cinta pertama, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku malah takjub dengan orang yang bisa mencinta cukup dengan sekali tatap. Dari mata turun ke hati, katanya. Namun, pertemuan denganmu kala itu, di ruangan itu, membuat aku selalu ingin bertanya, siapakah kau. Sampai detik ini pun aku masih mencerna rencana Tuhan, bahkan aku terkadang terlalu berani menebak teka-tekiNya.

Continue reading “Mencintaimu Butuh Opening”