Cinta · Kontemplasi

Mencintaimu Butuh Opening

Bukan cinta pertama, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku malah takjub dengan orang yang bisa mencinta cukup dengan sekali tatap. Dari mata turun ke hati, katanya. Namun, pertemuan denganmu kala itu, di ruangan itu, membuat aku selalu ingin bertanya, siapakah kau. Bahkan sampai detik ini aku masih mencerna rencana Tuhan, bahkan aku terkadang terlalu berani menebak teka-tekiNya.

Continue reading “Mencintaimu Butuh Opening”

Cinta · Kontemplasi · Quote

Celah Rel Kereta

Logam batang tak berujung sebagai landasan kendaraan panjang yang jalannya meliuk-liuk ini selalu dibuat bercelah. Telah kita ketahui bahwa logam yang terkena panas akan memuai sehingga dibuat celah yang lebarnya kurang lebih seperti 2 jari.

https://littlekiwi83.files.wordpress.com/2012/08/dsc_0123.jpg?w=481&h=320
Source : https://littlekiwi83.wordpress.com/

Sudah kubilang dari awal, rasa rindu sebagai landasan hubungan yang kuharap panjang pun harus dibuat celah.

Continue reading “Celah Rel Kereta”

Cinta · Kontemplasi

Ketidakromantisanmu

Ternyata kau sama sekali tidak romantis, tetapi kau pun tidak romantis terhadap siapapun. Mungkin terkadang aku ingin sekali kau berikan aku boneka, coklat atau bunga mawar seperti wanita lain yang diberikan oleh lelakinya. Ketika aku merasa sepi menyendiri, aku sering berharap kau tiba-tiba hadir di depan rumahku layaknya film-film atau acara televisi yang begitu membuat hati meleleh. Iya sih, berlebihan. Tak jarang juga aku ingin kau persiapkan sweet surprise ketika aku ulang tahun. Lagi-lagi, aku cuma berharap.

Tiba-tiba aku tersadar bahwa ternyata kaulah yang paling romantis di dunia ini. Continue reading “Ketidakromantisanmu”

Cinta

Surat Cinta Untuk Keluarga yang Kurindukan (2)

Dalam hidup ini, pasti kita sering merindukan seseorang atau beberapa orang. Entah ini adalah perasaan yang menyenangkan atau yang membahagiakan, akupun tidak tahu. Yang jelas, aku hanya bisa meneteskan air mata ketika sedang rindu. Dan ketika rasa rindu itu sudah memuncak, maka gelarlah sajadah dan bersujudlah, menangislah dan berdoalah 🙂

Doa Rabithah (Doa Penyatu Hati)

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam dakwah padaMu, telah berpadu dalam membela syari’atMu. Continue reading “Surat Cinta Untuk Keluarga yang Kurindukan (2)”

Cinta

Surat Cinta Untuk Keluarga yang Kurindukan

08.00 pm

 

Aku terduduk sendiri di sudut kamarku yang hanya beberapa meter. Banyak sekali yang sedang aku pikirkan saat ini dan aku hanya ingin bertemu dengan keluargaku di rumah. Aku tak butuh apa-apa. Cukup bertemu dan bisa menyentuh wajah mereka dengan lembut.

Tak ada yang bisa aku lakukan kecuali mengirimkan surat cinta ini, wujud dari betapa aku sungguh mencintai mereka, menyayangi dan sangat merindukan keberadaan mereka saat ini. Bukan telfon, bukan sms, bukan email, aku hanya harus melakukan ini. Mendoakan mereka

Ya Allah, maafkan segala kesalahan ayah ibuku
Jadikan setiap peluh keringat dan kasih sayang yang tercurah menjadi penggugur dosa-dosa mereka
Jadikan setiap kebaikan yang aku lakukan menjadi ladang pahala untuk mereka
Ya Allah, Jangan Kau jadikan kami (anak-anaknya) menjadi beban untuk mereka
Ya Allah, iringi langkah kaki kami sekeluarga agar sellu berada di jalanMu
Jadika kami orang-orang yang bertawakkal dan orang-orang yang keimanannya bertambah setiap detiknya
Ya Allah, terus hidupkan kami dengan bernafaskan Islam
Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan Hati, teguhkanlah hati kami di atas agamaMu

Islam · Kontemplasi · Renungan

Renungan 10 hari terakhir Ramadhan

ECH.

I got this from my ODOJ group. Well, nothing’s wrong to take a moment to reflect on what we’ve done.
And I think this one below is beautiful. Have a read~

Teman, marilah kita menangis,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus Quran kita tak juga beranjak khatam.
Jika itu adalah ungkapan penyesalan.
Jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yg centang perenang.

Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa kita adalah hamba Alloh yg lalai lagi terlena. Yang berdoa sejak 2 bulan sebelum ramadhan, yang berlatih puasa semenjak Rajab, yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan,
tapi sampai puasa mendekati akhir..
masih juga menggunjing kekhilafan teman,
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunah, bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

Menangislah, lebih keras.
Alloh tak menjanjikan apa-apa…

View original post 109 more words