Kontemplasi · Renungan

Ketia Ia Menyapa

Ketika aku yang selalu berbuat dosa
Selalu berharap dan terus meminta
Enggan henti walau sementara
Sampai akhirnya lelah tiba menyapa

Saat itu Allah ajak aku berbicara
Bahwa Dia masih selalu sayang
Walau belum terkabul doa-doa
Bukan berarti Ia tak mendengar

Allah hanya ingin aku menyadari
Bahwa Dia akan selalu memberi
Apa-apa yang aku butuh, bukan yang aku suka
Walau itu tak pernah ku sebut dalam doa

Semoga Allah selalu mengampuni
Aku Si Pendosa Tanpa Nota
Yang seakan tak tahu diri
Terus-terusan berdoa dan meminta.

Advertisements

2 thoughts on “Ketia Ia Menyapa

  1. Amiiin 🙏
    Aku juga klo bagian minta meminta sering, klo ada yg ga trkabul sedih dan seolah menyalahkan, pdahal soal kewajiban ama ibadah tidak ada yg bsa d banggakan, sedih😩

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s