Cinta · Kontemplasi

Mencintaimu Butuh Opening

Bukan cinta pertama, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku malah takjub dengan orang yang bisa mencinta cukup dengan sekali tatap. Dari mata turun ke hati, katanya. Namun, pertemuan denganmu kala itu, di ruangan itu, membuat aku selalu ingin bertanya, siapakah kau. Sampai detik ini pun aku masih mencerna rencana Tuhan, bahkan aku terkadang terlalu berani menebak teka-tekiNya.

Entah pada pertemuan ke berapa, aku mulai memaksa pikiranku untuk terus memahami siapa kau. Tanya yang terus meminta jawab, sedang aku cukup sibuk membaca matamu. Aku tak peduli bagaimana kau padaku, yang penting aku bisa menghafal wajahmu, memahami semua tentang dirimu, dan menerima segala kekuranganmu. Toh aku juga manusia biasa yang berbuat banyak salah. Sifat maklum itu yang selalu hadir menemani pikiranku dalam perjalanan tanpa batas untuk mengenal dirimu sampai aku bisa mengeja hatimu tanpa aba-aba.

Bagiku, manusia abadi dalam hidupku hanyalah tiga. Ibuku, ayahku, dan adikku. Namun wajahmu selalu memaksa untuk masuk ke dalam daftar orang ke empat.

Mataku bilang kau tidak berbeda dengan yang lain. Tapi hatiku selalu bicara bahwa kau tak bisa dibandingkan. Tahun berlalu dan aku masih mencari dimana letak perbedaannya. Bukan jawaban yang kutemu, namun jantungku yang malah semakin berdebar. Aku selalu takjub dengan takdir Tuhan. Bagaimana bisa dua orang dari jutaan orang asing bisa saling mengisi. Dan.. klik!

Bukan kau tak pernah menyakitiku, bukan juga kau tak pernah mengecewakan. Entahlah.. ada satu sisi dalam dirimu yang selalu bisa menghapus ingatanku tentang kesalahanmu. Aku selalu repot sendiri memikirkan sihirmu itu. Tanpa bicara pun kau selalu membuatku ingin mendekap, memeluk dan berlindung meminta penjagaan. Karna tanpa bersumpah pun, aku sudah percaya kamu.

Advertisements

41 thoughts on “Mencintaimu Butuh Opening

  1. saya bilang begitu setelah membaca kalimat yg ini
    ukan cinta pertama, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama.

    Aku malah takjub dengan orang yang bisa mencinta cukup dengan sekali tatap. Dari mata turun ke hati, katanya. Namun, pertemuan denganmu kala itu, di ruangan itu, membuat aku selalu ingin bertanya, siapakah kau. Sampai detik ini pun aku masih mencerna rencana Tuhan, bahkan aku terkadang terlalu berani menebak teka-tekiNya

  2. “Mataku bilang kau tidak berbeda dengan yang lain. Tapi hatiku selalu bicara bahwa kau tak bis dibandingkan”

    Sepertinya anda benar-benar sudah jatuh cinta sejak awal mula.

  3. Aku fokus sama kalimat ini πŸ˜„

    “Ada satu sisi dalam dirimu yang selalu bisa menghapus ingatanku tentang kesalahanmu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s