Islam · Kontemplasi · Renungan

Renungan 10 hari terakhir Ramadhan

ECH.

I got this from my ODOJ group. Well, nothing’s wrong to take a moment to reflect on what we’ve done.
And I think this one below is beautiful. Have a read~

Teman, marilah kita menangis,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus Quran kita tak juga beranjak khatam.
Jika itu adalah ungkapan penyesalan.
Jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yg centang perenang.

Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa kita adalah hamba Alloh yg lalai lagi terlena. Yang berdoa sejak 2 bulan sebelum ramadhan, yang berlatih puasa semenjak Rajab, yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan,
tapi sampai puasa mendekati akhir..
masih juga menggunjing kekhilafan teman,
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunah, bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

Menangislah, lebih keras.
Alloh tak menjanjikan apa-apa…

View original post 109 more words

Advertisements
Cinta · Islam · Kontemplasi

Izinkan Aku Mencintaimu dalam Diam

Hujan pada senja itu selalu mengingatkan aku tentang dirimu. Kata-katamu yang seolah menghipnotis otakku selama sepersekian detik itu sungguh mampu menggetarkan hatiku. Janji setiamu membuat seluruh sarafku lumpuh. Hatiku jatuh. Di pelukanmu.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Bertahun-tahun kita ikat cinta ini. Terdengar klasik memang. Tetapi, rasa nyaman ini yang membuat aku betah menjadi kekasihmu bagaimanapun keadaannya. Hari berganti begitu cepat membuat aku berfikir, apa arti dari perjalanan cinta kita yang begitu-begitu saja.

Sungguh tak pernah aku berfikir untuk berhenti mencintaimu. Cintaku padamu bagaikan bumi yang terus berotasi sampai akhir zaman. Dan ketika rotasi bumi berhenti, bumi dan isinya akan hancur. Ibarat hidupku yang akan hancur jika cinta kita terhenti. Namun, perlu kau ketahui. Aku bukanlah yang halal bagimu. Aku belumlah menjadi milikmu seutuhnya begitu juga sebaliknya.

Semangatmu, kebahagiaanmu, serta kesuksesanmu bukan karena aku yang ada di sampingmu. Hartamu, pendidikanmu dan semua yang kau miliki adalah murni pemberian dariNya. Kukira selama ini, akulah yang paling mencintaimu. Dan aku sadar bahwa Allah-lah yang selalu ada di sampingmu, menemani kesendirianmu dan mungkin Ia mengirimkan aku untukmu hanya untuk sekedar kebahagiaan yang sesaat.

Mulai detik ini, izinkan aku untuk membatasi diriku, menjaga kesucian hatiku, dan juga hatimu. Maafkan telah membuat noda di hatimu dengan namaku. Izinkan aku mencintaimu dalam diam dan hanya bisa memperhatikanmu dari jauh saja. Aku akan selalu menyebut namamu dalam doaku, dalam setiap sujudku. Teruslah berusaha menjadi lebih baik untukNya. Bukan untukku. Karena Allah lebih mencintaimu. Sungguh.

Islam · Kontemplasi · Ramadhan · Renungan

Ramadhanku

Dada yang begitu sesak kini kurasa. Jerit tangis tanpa suara, air matapun menetes tak terasa, dan kubiarkan hati yang bicara. Di atas sajadah yang ku gelar aku menghamba serendah-rendahnya padaMu Tuhan. Tiga puluh hari telah berlalu, begitu banyak ku abaikan waktuku hanya untuk urusan dunia. Kulupakan Engkau tanpa sadar, kulupakan rasa syukur.Ya Allah Yang Maha Memaafkan, sudikah kiranya Kau memaafkan aku yang berlumur dosa?

Pantaskah aku mendapatkan kemenangan sebagaimana yang Kau janjikan pada kami, diterimakah semua amal ibadah kami?

Puasa kami yang hanya menahan lapar dan haus, tanpa menghiraukan hawa nafsu serta hati yang banyak noda?

Quran dan Hadis yang kami baca hanya untuk mengejar hatam sebanyak-banyaknya?

Sedekah yang kami keluarkan lebih banyak daripada bulan-bulan yang lainnya? Taukah Kau apa yang hati ini katakan? Ikhlaskah aku atas semua ibadah yang kulakukan hanya untukMu? Ya Tuhan aku tidak tau……

Ya Rahman, Yang begitu dekat dengan urat nadiku, Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, bahkan hati terkecilku, Yang Menyayangiku tanpa ragu, Yang Melindungiku di setiap waktu, Yang bahkan kulupakan bahwa Kau selalu hadir dalam tidurku,

Pahala yang tanpa batas Kau janjikan, atau keikhlasan setiap penghambaanku. Manakah yang sebenarnya aku harapkan Tuhan..

Pantaskah aku kembali suci sedangkan aku tak peduli?

Kini Ramadhan telah pergi, meninggalkanku sendiri, terduduk merenungi, akan kesalahan dalam diri ini. Semoga kita dipertemukan kembali, dengan jiwa yang lebih jernih dan taqwa yang mendasari..

Ya Allah kumohon.. ampunilah dosaku, maafkan kekhilafanku, tunjukkan aku, jalan penuh cahaya yang berhujung padaMu.

Jangan putuskan cinta dan kasihMu padaku, jangan pernah tinggalkan aku Ya Allah Ya Tuhanku. Sungguh aku tak akan bisa hidup tanpaMu..

Islam · Kontemplasi

Aku Ingin Lumpuh

Ketika aku teringat sesuatu. Sesuatu yang bergetar dalam jiwaku. Yang mengganggu pikiranku seakan terus mengejarku. Berat seperti beban. Rasanya tak mampu kupikul sendiri. Mengalir air mataku jika mengingatnya. Dosa. Betapa kotornya diri ini, hati ini, jiwa ini, akan segala dosa yang pernah kulakukan selama ini. Ya Allah

Sucikan aku
Butakan mataku, dari melihat hal-hal yang Kau larang untuk aku lihat
Tulikan telingaku, dari mendengar hal-hal yang Kau larang untuk aku dengar
Bisukan lidahku, dari mengatakan hal-hal yang Kau larang untuk aku katakan
Matikan otakku, dari berpikir untuk berbuat maksiat
Matikan hati dan perasaanku, dari membenci makhluk-Mu
Matikan sarafku, Lumpuhkan tanganku, dari berbuat hal-hal yang Kau larang untuk aku perbuat
Lumpuhkan kakiku, dari berjalan ke tempat-tempat yang Kau larang untuk aku hampiri
Ya Alloh aku ingin lumpuh saja, aku ingin lumpuh dari berbuat dosa..

Islam · Renungan

Beberapa Hal yang Dapat Mendatangkan Kebahagiaan

1. Amal Shalih, sebagaimana yang dijanjikan oleh Alloh SWT melalui firmanNya: “Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia orang mukmin, maka sungguh akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. 16:97)
2. Istri yang shalih, sebagaimana yang diajarkan oleh Alloh dalam berdoa melalui firmanNya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami.” (QS. 25:74)
3. Rumah yang lapang, sebagaimana yang disebutkan dalam doa Nabi SAW: “Ya Alloh, lapangkanla rumahku untukku.”
4. Penghasilan yang baik (halal), sebagaimana yang ditegaskan dalam sebuah Hadits yang mengatakan: “Sesungguhnya Alloh itu baik. Dia tidak menerima, kecuali yang baik (halal).”
5. Akhlak yang baik dan menyayangi orang lain, sebagaimana yang disebutkan dalam perkataan Nabi Isa as yang disitir oleh firmanNya: “Dia menjadikan aku seorang yang selalu menebarkan kebaikan dimana saja aku berada.” (QS. 19:31)
6. Bebas dari hutang dan tidak boros dalam membelanjakan harta. “Mereka tidak bersikap boros dan tidak pula kikir.” (QS. 25:67) “Janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula terlalu mengulurkannya.” (QS. 17:29)
Factor penunjang kebahagiaan adalah kalbu yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir menyebut Alloh, dan kemampuan mengendalikan diri untuk bersabar. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh seorang penyair yang mengatakan:

Bersyukur, Berdzikir, dan Sabar
Di dalamnya terkandung kebahagiaan dan pahala yang besar

~Laa Tahzan, Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni~

Islam · Kontemplasi · Ramadhan

Ramadhan

Tak terasa..
Ramadhan telah 20 hari kita jalani..
Pernahkah terbesit tanya dibenak kita..
Apakah jadinya, andai Ramadhan kali ini Allah tidak mengampuni dosa-dosa kita?
Apakah jadinya, andai Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan terakhir bagi kita?
Bersedihlah.. karna mungkin Ramadhan ini masih tak juga mampu menghapus dosa-dosa kita,
Menangislah.. andai amalan kita selama ini hanya setitik debu di mataNya..
Menangislah.. karna tidak lama lagi bulan mulia ini akan meninggalkan kita..
Menangislah, dan merataplah padaNya..
Mungkin dengan tangisan kita, Ia akan berkenan memberkahi sisa usia dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang mulia..
Amiinn..