Cerpen

Merajut Kembali

#Obrolin’s Monthly Challenge (remake cerpen 2010)

 

Handphone Aida tiba-tiba berdering mengagetkan lamunannya. Tanpa komando, ia langsung membuka pesan singkat yang masuk. Dari siapa ? Ternyata dari Resha. Kaget bukan kepalang Aida membacanya. Ia langsung memberitahukan kepada Rona, Tria, dan Maya. Namun, isi pesan singkat itu hanya tiga kata, “Lagi apa, Da?” Tapi baginya, itu sangat berarti. Bukan karena isi pesannya, tapi pengirimnya. Jelas saja, sudah beberapa bulan terakhir ini Aida dan Resha tidak saling berhubungan satu sama lain dan tiba-tiba Resha mulai mengontaknya lagi.

“Yaudah bales, Da. Bales.” Seru Maya heboh.

“Iya-iya ini mau dibales kok. Tumben ini dia sms gue. Kenapa ya” Aida kepada ketiga sahabatnya itu.

Ayah · Cerpen · Ibu

Pemilik Cinta Sejati

Tawa renyah itu menyelimuti diriku yang baru saja keluar dari gedung Graha Widya Wisuda. Senyum ku merekah ketika toga ku lempar ke udara bersama teman-teman seperjuanganku. Ku lirik lagi ijasahku. Nilai yang sangat memuaskan itu membuat pikiranku melayang lagi ke beberapa tahun ke belakang. Sungguh, perjuanganku tidak sia-sia. Semua yang ku harapkan, kini ku gapai dengan indahnya.

Continue reading “Pemilik Cinta Sejati”

Cerpen · Tentang Temen

Cinta itu Nekat

“Salamu’alaikum” gue buka pintu kamar dengan tidak sabar. Pertama gue gerah banget abis aktivitas seharian dan rasanya pengen cepet-cepet mandi, kedua gue pengen cepet-cepet tidur. Ketika udah sampe kamar, gue disambut sama temen-temen kamar gue dengan heboh. Dila, Miya, dan Nila lagi heboh dan ketawa-ketiwi. Semua itu terlihat bahwa pusatnya adalah Nila.

Gue langsung duduk bengong natap Nila penuh Tanya, “Nil, KENAPA?” Kemudian Nila jawab dengan muka sedih, prihatin, melas, nyebelin, rese, nyolot, tapi bikin gue kasian melihatnya, “Dar, aku mau ngomong aja sama Rama.” Continue reading “Cinta itu Nekat”

Cerpen

Cinta Pada Pandangan Pertama

“Ron, gue udah jadian sama Jilla.“ Akhirnya Rico mengakui hal ini kepada Rona dengan sangat berat dan terpaksa. Saat dia mengatakan hal ini, bibirnya terasa seperti duri yang menusuk hati Rona.

“Iya gue tau, Ric. Longlast ya.” Rona datar. Ia menjerit dalam hati menyembunyikan air matanya dan tersenyum pahit pada Rico. Hatinya terasa dicabik-cabik mendengar pengakuan itu. Setelah Rico menghilang dari pandangannya, Rona langsung menelpon Dara, sahabatnya dan menangis sejadi-jadinya Keep Reading 😀