Kontemplasi · Renungan

Ketia Ia Menyapa

Ketika aku yang selalu berbuat dosa
Selalu berharap dan terus meminta
Enggan henti walau sementara
Sampai akhirnya lelah tiba menyapa

Saat itu Allah ajak aku berbicara
Bahwa Dia masih selalu sayang
Walau belum terkabul doa-doa
Bukan berarti Ia tak mendengar

Allah hanya ingin aku menyadari
Bahwa Dia akan selalu memberi
Apa-apa yang aku butuh, bukan yang aku suka
Walau itu tak pernah ku sebut dalam doa

Semoga Allah selalu mengampuni
Aku Si Pendosa Tanpa Nota
Yang seakan tak tahu diri
Terus-terusan berdoa dan meminta.

Advertisements
Opini

Ekonomiku dan Ekonomimu

Ngomong-ngomong soal ekonomi, by the way gue bukan lulusan ekonomi. Cuma mau berpendapat dari sudut pandang pribadi. Generasi millenial atau Generasi Y dan Generasi Z nampaknya sedang hangat dibicarakan oleh senior-senior dari Generasi X terutama di bidang pekerjaan. Mau ngapain setelah lulus. Mau kerja dimana. Dan sebagainya.

Gue pun terkadang bingung sama diri gue sendiri mengenai masalah pekerjaan. Ada suatu waktu gue sangat amat cuek terhadap hal ini, yang penting gue punya duit, bisa nabung, bisa nongkrong sama temen, dan bisa ngajak jalan emak bapak. Tapi ada kalanya gue ngeluh terhadap pekerjaan. Nggak jarang juga gue badmood di kantor kemudian cerita sama nyokap, atau sama salah satu sahabat gue karna gue yang hampir give up. Tapi berkat mereka, gue masih bisa survive dan menikmati hidup, enjoy my works, my happy life.

Membangun kepercayaan diri di tengah sulitnya berdiri adalah suatu hal yang perlu diperjuangkan dengan sepenuh hati. Seperti menanam tanaman cabai, bagaimanapun kita merawatnya, ia tidak akan pernah bisa menyaingi rimbunnya pohon beringin dan tidak akan pernah secantik flamboyan. Tetapi jika ketiga tanaman tersebut punah dan kita boleh menyelamatkan satu, orang Indonesia tentunya akan kompak menyelamatkan tanaman cabai. Karna manfaatnya yang luar biasa bagi semua orang.

Image result for flamboyant tree

Kita pun begitu, apapun kegiatan yang sedang kita tekuni saat ini, tidak akan ada orang yang benar-benar memahami sejauh mana perjuangannya. Mereka hanya tau dari covernya aja. Ohh si itu kerja di bank, ohh si ini jadi konsultan, ohh si dia jadi ibu rumah tangga. Sayang ya kerja disini, sayang ya kuliah capek-capek ujungnya jualan, sayang ya pinter-pinter jadi ibu rumah tangga. Oh, hell, what’s your business with my job now? do you know how complicated the process I’ve been passed? Gue sering denger keluhan teman-teman yang mulai terusik dengan omongan orang yang cuma melihat pekerjaan kita sebelah mata, bahkan gue pun beberapa kali dapet sindiran seperti, “yah ga enak banget si kerjaan lo lembur mulu” atau “duh kantor lo jauh banget ya” atau “gue mah enak dong jam sekian udah pulang, ongkosnya dikit pula.” Ya gue mah nggak akan pernah panas, because they don’t know how far effort that we strive and what proceeds that we have achieved.

Image result for long way

Sekalipun lo belom lulus kuliah, atau lo lulus dalam kurun waktu lebih dari 4 tahun karna begitu sulitnya skripsi dan penelitian atau karna freelance yang lo jalanin demi ongkos penelitian atau karna lo tekun ngejalanin hobi lo di kampus, jangan malu dan jangan minder. Semua orang sudah ada jalan hidupnya masing-masing. Semua orang bahagia dengan caranya sendiri, dan kita bisa menemukan kesuksesan kita dengan sudut pandang kita sendiri.

Lo nggak boleh segan buat counter pendapat mereka. Apapun yang lo kerjain sekarang, selama itu halal dan bikin lo seneng, lo harus bangga dengan pekerjaan itu. Boleh jadi sisi nggak enak di pekerjaan kita mendatangkan lebih banyak pencapaian daripada orang lain, mendapatkan lebih banyak link, penghargaan, pengalaman kerja yang lebih baik, dan tentunya mungkin aja gaji yang jauh di atas mereka. Dan bisa jadi hal-hal yang enak dari pekerjaan kita adalah hal yang orang lain nggak bisa dapetin, hal ini lah yang seharusnya tertanam dalam mindset bahwa kita harus selalu bersyukur apapun pekerjaan kita.

Satu hal yang gue lakukan ketika gue setres dengan kerjaan gue, ketika gue hampir menyerah karna nggak sanggup lagi, gue cuma inget pahlawan-pahlawan keluarga seperti di bawah ini.

Mereka yang sepatutnya jadi contoh life goal kita. Bekerja dengan ikhlas demi keluarga, demi martabat hidup dan rasa taqwa terhadap Tuhan, bahwa setiap pekerjaan itu baik asalkan halal.

Cinta · Quote

Katanya..
Dicintai itu anugrah
Mencintai adalah keikhlasan,

Maka jika kamu mencintai dengan ikhlas,
Akan selalu ada anugerah menghampiri,
Entah dicintai oleh yang kau cinta,
Atau dicintai oleh yang Tuhan cinta…

#deletesoon

Opini

Breaking News Pagi Ini

Pagi ini kedamaian saya di kereta mulai terusik ketika ibu-ibu berseragam naik ke gerbong yang sama dengan saya ketika di stasiun Cakung. Sedangkan saya naik dari stasiun Bekasi dan sudah atur posisi untuk tidur. Tadinya mau mempersilahkan ibu itu duduk, tapi tempat saya duduk sangat mini, seukuran tubuh saya, sedangkan emak-emak tersebut cukup ‘lumayan’, ragu-ragu mau ngasih duduk, kalo ga muat sayang juga ntar malah diambil mbak-mbak sebelahnya yang berbadan langsing.

Kemudian setelah kereta melalui 2 stasiun selanjutnya, beliau membangunkan saya untuk meminta duduk karna kakinya pegel kedorong-dorong penumpang lain. Dalam hati bergumam jahat, ya kalau mau ngga sakit kakinya, dateng lebih pagi biar naik kereta ke Bekasi dulu terus ngikut ke Jakarta Kota, jadi bisa duduk. Haha tapi dalam hati doang, sambil berdiri dan menghibur hati yang sepi, saya membaca webtoon sambil menatapnya penuh arti. Ibu-ibu itu duduk nyempil-nyempil pada akhirnya. Continue reading “Breaking News Pagi Ini”

Cerita-cerita · Tentang Temen

Sehari Jadi Duta Bekasi

Sebenernya bingung harus nulis apa tentang kopdar kemarin, karna gue merasa kurang berhasil jadi duta sampo lain Duta Bekasi.

IMG_20180210_183738949.jpg
Captured by Diptra

Berawal dari ajakannya Jijah yang terlalu mendadak buat kopdar. Kalah deh tahu bulat juga.

Awalnya mikir, ini kenapa anak Semarang yang ngajakin kopdar anak jabodetabek. Terus dia bilang juga udah merencanakan dengan Fadel dan Hendra. Sampai akhirnya anak-anak jabodetabek mulai buka suara buat agenda dadakan ini. Karna gue ngga jadi-jadi nonton Dilan, gue asbun aja ngajak mereka nonton. Dan tau gak siapa yang mengiyakan ajakan gue? Cuma Fadel si cowok berbadan tinggi besar dan Bang Diptra si bapak berbadan 2 beranak 2 yang dengan lapang dada menanggapi, “ayuk deh boleh tuh nonton” 😂 Continue reading “Sehari Jadi Duta Bekasi”