Kontemplasi

Keputusan

Aku berjalan gontai sambil menatap matahari menenggelamkan diri dan terus menatapnya tanpa ekspresi. Seperti banyak yang ingin senja katakan, tapi sudah waktunya dia beranjak ke haribaan. Aku berjalan lurus sampai ke titik pertemuanku dengan ojek langgananku. Tak terasa, senja telah pergi. Meninggalkan aku bergelut dengan malam.

Image Source

Continue reading “Keputusan”

Advertisements
Cerita-cerita · Tentang Temen

Trauma

Trauma psikologis adalah jenis kerusakan jiwa yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa traumatik. Ketika trauma yang mengarah pada gangguan stres pasca trauma, kerusakan mungkin melibatkan perubahan fisik di dalam otak dan kimia otak, yang mengubah respon seseorang terhadap stres masa depan. [wikipedia] – serem juga ya?! 

Hampir setiap orang memiliki rasa trauma yang berbeda-beda. Tergantung objeknya dan alasannya. Kemudian setelah itu akan timbul akibatnya atau efek jangka panjangnya. Termasuk gue sendiri. Ada rasa trauma dalam diri gue yang mungkin orang lain tidak menyadari, pun orang-orang terdekat gue. Akhirnya muncul pertanyaan, trauma pada apa dan kenapa? Continue reading “Trauma”

Cerpen

Aku Cinta Ibuku

Namaku Willy. Usiaku 6 tahun ketika akhirnya aku menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada keluargaku. Aku tumbuh dan berkembang dalam keluarga penuh cinta. Ayah dan ibuku juga sangat berkecukupan dan romantis. Mereka juga sangat menyayangiku dan memberiku apapun yang kupinta. Tanpa perlu merengek dan menjerit, mereka langsung menuruti apa yang kumau. 

Kami tinggal di pedesaan yang jarang penduduk dan jauh dari keluarga besar. Ayah dan ibu memiliki perkebunan anggur yang mereka bangun dengan otot dan keringatnya sendiri. Mereka tidak pernah mengeluh dan saling mencintai. Walau kadang aku sebal karna mereka bermesraan di depanku.

Continue reading “Aku Cinta Ibuku”

Cinta · Kontemplasi

Mencintaimu Butuh Opening

Bukan cinta pertama, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku malah takjub dengan orang yang bisa mencinta cukup dengan sekali tatap. Dari mata turun ke hati, katanya. Namun, pertemuan denganmu kala itu, di ruangan itu, membuat aku selalu ingin bertanya, siapakah kau. Sampai detik ini pun aku masih mencerna rencana Tuhan, bahkan aku terkadang terlalu berani menebak teka-tekiNya.

Continue reading “Mencintaimu Butuh Opening”