de Journey

De Journey: Surprise

Tulisan sebelumnya:
De Journey: Pertemuan Pertama
De Journey: Tentang Dia

Kami sama sekali nggak pernah membuat surprise party satu sama lain. Di samping, modal yang cukup ‘lumayan’, kami punya pemikiran yang sama bahwa kejutan itu nggak selalu berwujud benda atau pesta. Yang penting bisa bikin bahagia walaupun dengan modal yang minim 😉

April 2011

Dia membuat video stopmotion di kala menjelang ujian nasional karna ulang tahunku bertepatan dengan hari terakhir UN anak kelas 3 dan pada saat itu aku masih kelas 2. Hal kecil seperti inilah yang terkadang membuat kita merasa berarti bagi seseorang, bagaimana dia menjadikan kita sebagai prioritas. Continue reading “De Journey: Surprise”

Advertisements
de Journey

De Journey: Tentang Dia

Sebelumnya > De Journey: Pertemuan Pertama

Ya, jadi seseorang yang aku ceritakan pada episode Pertemuan Pertama adalah kakak kelasku yang sekarang sudah sah menjadi suamiku. Dalam seri De Journey ini akan banyak sekali cerita flashback. De Journey adalah kisah hidup perjalanan kami berdua. Dea & Egi’s Journey..

Pertama kali aku kenal dia, waktu SMA pada bulan Agustus 2009. Dia adalah kakak kelasku dan kita tergabung dalam satu ekskul yang sama. Di sanalah kami mulai dekat. Pertama kali dia mengungkapkan perasaannya yaitu pada bulan September 2009. Baru juga sebulan kenal, orang ini sudah berani-beraninya menyukaiku.

Continue reading “De Journey: Tentang Dia”

de Journey

De Journey: Pertemuan Pertama

Perjalanan hidupku dari tahun 2009 sampai detik ini. Akan aku tuliskan menjadi beberapa part.

Agustus 2009

Di hari pertama sebagai anak SMA, aku memilih Cycom (Cyber Community) sebagai ekskul utama. Awalnya itu karna disuruh bokap sih, doi suka banget sama hal-hal berbau teknologi, padahal akunya biasa aja. Jadi aku disuruh ikut ekskul ini biar ngga gaptek. Kumpul perdana tahun ajaran baru ekskul Cycom ini di kelas Math 1 (tahun 2009-2012 SMAN 1 Bks masih pakai sistem moving class).

Kumpul perdana ini benar-benar semua angkatan ada, dari anak kelas 1 sampai anak kelas 3. Ketua Ekskul pada periode tersebut membagikan anak-anak baru menjadi beberapa kelompok dan pada saat itu aku masuk ke kelompok 4. Kini, giliran PK (pendamping kelompok) yang diacak, ada 4 orang anak kelas 2 SMA yang ditunjuk ketua Cycom sebagai PK. Jadi dalam sebuah kelompok terdiri dari campuran anak kelas 1 dan anak kelas 2. Yang aku suka di ekskul ini, karna kebanyakan kaum adam jadi ekskulnya enjoy banget dan nggak banyak rules. Selain itu kebanyakan juga berasal dari temen sekelasku yang seru-seru.

Pada saat itu aku cuma bergumam dalam hati, “Dari semua cowok yang ada di ruangan ini kenapa ngga ada yang bening ya. Eh wait. Hmm ada sih itu yang lg di depan. hahaha” Dan langit pun mendengar, dia ditunjuk oleh ketua Cycom menjadi Pendamping Kelompok (PK) ku, dan akhirnya ditunjuk Tuhan menjadi teman hidupku.

to be continued
Kontemplasi · Renungan

Ketia Ia Menyapa

Ketika aku yang selalu berbuat dosa
Selalu berharap dan terus meminta
Enggan henti walau sementara
Sampai akhirnya lelah tiba menyapa

Saat itu Allah ajak aku berbicara
Bahwa Dia masih selalu sayang
Walau belum terkabul doa-doa
Bukan berarti Ia tak mendengar

Allah hanya ingin aku menyadari
Bahwa Dia akan selalu memberi
Apa-apa yang aku butuh, bukan yang aku suka
Walau itu tak pernah ku sebut dalam doa

Semoga Allah selalu mengampuni
Aku Si Pendosa Tanpa Nota
Yang seakan tak tahu diri
Terus-terusan berdoa dan meminta.

Opini

Ekonomiku dan Ekonomimu

Ngomong-ngomong soal ekonomi, by the way gue bukan lulusan ekonomi. Cuma mau berpendapat dari sudut pandang pribadi. Generasi millenial atau Generasi Y dan Generasi Z nampaknya sedang hangat dibicarakan oleh senior-senior dari Generasi X terutama di bidang pekerjaan. Mau ngapain setelah lulus. Mau kerja dimana. Dan sebagainya.

Gue pun terkadang bingung sama diri gue sendiri mengenai masalah pekerjaan. Ada suatu waktu gue sangat amat cuek terhadap hal ini, yang penting gue punya duit, bisa nabung, bisa nongkrong sama temen, dan bisa ngajak jalan emak bapak. Tapi ada kalanya gue ngeluh terhadap pekerjaan. Nggak jarang juga gue badmood di kantor kemudian cerita sama nyokap, atau sama salah satu sahabat gue karna gue yang hampir give up. Tapi berkat mereka, gue masih bisa survive dan menikmati hidup, enjoy my works, my happy life.

Membangun kepercayaan diri di tengah sulitnya berdiri adalah suatu hal yang perlu diperjuangkan dengan sepenuh hati. Seperti menanam tanaman cabai, bagaimanapun kita merawatnya, ia tidak akan pernah bisa menyaingi rimbunnya pohon beringin dan tidak akan pernah secantik flamboyan. Tetapi jika ketiga tanaman tersebut punah dan kita boleh menyelamatkan satu, orang Indonesia tentunya akan kompak menyelamatkan tanaman cabai. Karna manfaatnya yang luar biasa bagi semua orang.

Image result for flamboyant tree

Kita pun begitu, apapun kegiatan yang sedang kita tekuni saat ini, tidak akan ada orang yang benar-benar memahami sejauh mana perjuangannya. Mereka hanya tau dari covernya aja. Ohh si itu kerja di bank, ohh si ini jadi konsultan, ohh si dia jadi ibu rumah tangga. Sayang ya kerja disini, sayang ya kuliah capek-capek ujungnya jualan, sayang ya pinter-pinter jadi ibu rumah tangga. Oh, hell, what’s your business with my job now? do you know how complicated the process I’ve been passed? Gue sering denger keluhan teman-teman yang mulai terusik dengan omongan orang yang cuma melihat pekerjaan kita sebelah mata, bahkan gue pun beberapa kali dapet sindiran seperti, “yah ga enak banget si kerjaan lo lembur mulu” atau “duh kantor lo jauh banget ya” atau “gue mah enak dong jam sekian udah pulang, ongkosnya dikit pula.” Ya gue mah nggak akan pernah panas, because they don’t know how far effort that we strive and what proceeds that we have achieved.

Image result for long way

Sekalipun lo belom lulus kuliah, atau lo lulus dalam kurun waktu lebih dari 4 tahun karna begitu sulitnya skripsi dan penelitian atau karna freelance yang lo jalanin demi ongkos penelitian atau karna lo tekun ngejalanin hobi lo di kampus, jangan malu dan jangan minder. Semua orang sudah ada jalan hidupnya masing-masing. Semua orang bahagia dengan caranya sendiri, dan kita bisa menemukan kesuksesan kita dengan sudut pandang kita sendiri.

Lo nggak boleh segan buat counter pendapat mereka. Apapun yang lo kerjain sekarang, selama itu halal dan bikin lo seneng, lo harus bangga dengan pekerjaan itu. Boleh jadi sisi nggak enak di pekerjaan kita mendatangkan lebih banyak pencapaian daripada orang lain, mendapatkan lebih banyak link, penghargaan, pengalaman kerja yang lebih baik, dan tentunya mungkin aja gaji yang jauh di atas mereka. Dan bisa jadi hal-hal yang enak dari pekerjaan kita adalah hal yang orang lain nggak bisa dapetin, hal ini lah yang seharusnya tertanam dalam mindset bahwa kita harus selalu bersyukur apapun pekerjaan kita.

Satu hal yang gue lakukan ketika gue setres dengan kerjaan gue, ketika gue hampir menyerah karna nggak sanggup lagi, gue cuma inget pahlawan-pahlawan keluarga seperti di bawah ini.

Mereka yang sepatutnya jadi contoh life goal kita. Bekerja dengan ikhlas demi keluarga, demi martabat hidup dan rasa taqwa terhadap Tuhan, bahwa setiap pekerjaan itu baik asalkan halal.