Cinta · Kontemplasi · Quote

Celah Rel Kereta

Logam batang tak berujung sebagai landasan kendaraan panjang yang jalannya meliuk-liuk ini selalu dibuat bercelah. Telah kita ketahui bahwa logam yang terkena panas akan memuai sehingga dibuat celah yang lebarnya kurang lebih seperti 2 jari.

https://littlekiwi83.files.wordpress.com/2012/08/dsc_0123.jpg?w=481&h=320
Source : https://littlekiwi83.wordpress.com/

Sudah kubilang dari awal, rasa rindu sebagai landasan hubungan yang kuharap panjang pun harus dibuat celah.

Karna cinta yang membara akan membuat rindumu semakin memuai. Lantas mengapa?

Rel kereta api yang memuai karna terkena panas matahari, jika tidak diberi celah pasti akan melengkung.

Sehingga roda kereta api akan menumbuk permukaan rel yang tidak rata. Akibatnya kereta akan keluar dari jalur lintasan.

Rindu yang terpelihara jika dibiarkan pasti akan semakin manja. Ia terus merajuk pada hati dan semakin meminta.

Sehingga rasa ingin bersua akan menumbuk pada rindu yang tak berlogika. Akibatnya, hubungan tak terjalin semestinya.

Kamu mau?

Aku sih tidak.

Aku selalu bicara pada cermin. Jangan keras kepala, rinduku harus dibuat jeda, hatiku harus diberi ruang. Agar cinta selalu memaklumi, jumpa yang sering tertunda.

Aku ingin hubungan kita terjalin semestinya. Utuh memahami satu sama lainnya. Memberi otak bernafas, bahwa kesabaran harus selalu ikut serta.

Hai kamu, akupun ingin selalu bertemu, tunduk dan patuh pada rindu. Tapi kuasa ada pada waktu. Dan hati yang bisa memahami apa yang kita mau.

Percaya kan padaku?

 

 

***

Flashback pada suatu masa dimana jarak menjadi raja, membuat hati selalu mengalah, pada rindu yang terus membuncah, hanya untuk sekedar menatap matanya..

Yang teduh dan membuatku mengartikan sederhananya arti bahagia πŸ™‚

#LDR

 

Advertisements

10 thoughts on “Celah Rel Kereta

  1. Ekspektasi: penjelasan singkat tentang sains dan termodinamika ala pelajaran SMP-SMA
    Realita: perumpamaan maut dari orang yang di ambang pernikahan, namun menghibur diri karena mesti terpisah jarak

    Kita butuh rindu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s