de Journey

De Journey: Tentang Dia

Sebelumnya > De Journey: Pertemuan Pertama

Ya, jadi seseorang yang aku ceritakan pada episode Pertemuan Pertama adalah kakak kelasku yang sekarang sudah sah menjadi suamiku. Dalam seri De Journey ini akan banyak sekali cerita flashback. De Journey adalah kisah hidup perjalanan kami berdua. Dea & Egi’s Journey..

Pertama kali aku kenal dia, waktu SMA pada bulan Agustus 2009. Dia adalah kakak kelasku dan kita tergabung dalam satu ekskul yang sama. Di sanalah kami mulai dekat. Pertama kali dia mengungkapkan perasaannya yaitu pada bulan September 2009. Baru juga sebulan kenal, orang ini sudah berani-beraninya menyukaiku.

Aku menolaknya secara halus. Bukan berarti aku nggak menyukainya, aku hanya belum yakin anak baru sepertiku tiba-tiba dipacarin sama kakak kelas (?) . Apalagi aku sebelumnya nggak pernah pacaran. Jadi lebih cocok kami berteman (dulu) aja, pun aku juga nggak mau jauh darinya atau menjadi tidak berteman. Sampai akhirnya kami mulai menjalin hubungan resmi pada bulan Januari 2010. Kisah dari awal pertemuan kami sampai akhirnya kami menjalin suatu hubungan sudah aku ceritakan dalam postingan ini (dalam bentuk cerpen).

Pertama aku kenal dia, dia adalah orang yang cukup cool karena nggak banyak bicara atau tertawa bercanda. Biasa saja, tetapi entah kenapa aku nyaman sekali ngobrol dengan dia. Kalau smsan (iya dulu pdkt nya masih pake sms), banyak sekali hal-hal yang bisa kami bicarakan dari hal keluarga, sekolah, ataupun hobi. Tapi kalau sudah ketemu, aku biasanya jadi awkward dan nggak banyak ngomong. Bahkan sampai sudah berpacaran 2 tahun pun aku masih suka diam seribu bahasa kalau sudah ketemu, tapi ada rasa nggak ingin pisah walaupun pertemuan kami hanya diam memandangi lapangan sekolah dari depan kelas.

Dia selalu membuat aku penasaran dengan sifatnya itu. Ada satu hal dalam dirinya yang membuat aku jatuh berkali-kali. Aku selalu mabuk dengan dunianya, terpaut dalam dirinya dan tak pernah ingin kembali. Dia jarang bicara padaku kecuali hal yang menurutnya penting untuk diceritakan. Dia memperlakukanku tanpa basa basi dan jauh dari kepura-puraan. Ketulusannya dapat aku nilai dari tatapan matanya. Aku tahu saat dia khawatir padaku. Aku juga tahu ketika dia larut dalam duniaku. Menatapku lekat, tanpa sepatah kata.

Aku sering sekali memendam kata “Aku Sayang Padamu” dalam hatiku, aku tidak pernah berani karna dia juga tidak pernah mengatakannya. Terus dia sayang nggak? Ya aku nggak tahu, dia nggak pernah mengumbar kata cinta. Dia mendefinisikan kata beracun itu dalam arti yang sangat luas. Dalam kekhawatirannya, dalam perhatiannya, dalam kesabarannya, dalam hidupnya yang dia korbankan demi diriku. Atas semua yang sudah dia lakukan, haruskah aku menuntutnya agar dia bilang cinta?

Aku belum bisa cerita banyak tentang dia, karena aku masih belajar semua tentangnya. Dan aku rasa aku akan menghabiskan hidupku untuk belajar memahami dirinya…

Dalam ikatan suci pernikahan.

To be continued
Advertisements

15 thoughts on “De Journey: Tentang Dia

  1. Cantiknyaaa 😍
    Selamat ya mbak Dea, semoga lancar, langgeng, dan bahagia selalu dalam perjalanan rumah tangganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s