Cerpen

Aku Cinta Ibuku

Namaku Willy. Usiaku 6 tahun ketika akhirnya aku menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada keluargaku. Aku tumbuh dan berkembang dalam keluarga penuh cinta. Ayah dan ibuku juga sangat berkecukupan dan romantis. Mereka juga sangat menyayangiku dan memberiku apapun yang kupinta. Tanpa perlu merengek dan menjerit, mereka langsung menuruti apa yang kumau. 

Kami tinggal di pedesaan yang jarang penduduk dan jauh dari keluarga besar. Ayah dan ibu memiliki perkebunan anggur yang mereka bangun dengan otot dan keringatnya sendiri. Mereka tidak pernah mengeluh dan saling mencintai. Walau kadang aku sebal karna mereka bermesraan di depanku.

Aku tau aku masih 4 tahun. Tapi mataku selalu enggan melihat kemesraan itu. Otak cerdasku bilang kalau aku tak pantas melihat hal itu pada orang tua. Kesal! Ah tapi.. aku tidak memiliki siapapun di sini kecuali mereka. 

Aku mengenal saudara dan kerabat kami hanya dari foto-foto yang mereka selalu ceritakan kepadaku setiap menjelang tidur, sehingga aku tak merasa kesepian dan memiliki banyak orang terkasih dalam hidupku. Aku begitu mencintai ayah dan ibu. Walau sebenarnya.. ibuku berbeda. 

Sejak ibuku melahirkanku, aku selalu diberikan susu formula. Ia tidak bisa menyusuiku. Aku tidak cukup cerdas untuk memikirkan dan mencari tahu apa penyebabnya. Akhirnya aku sering muntah-muntah dan tubuhku sangat rentan penyakit. Pernah sekali aku merasakan asi, berbeda sekali rasanya. Sungguh nikmat dan membuatku ketagihan. Ah, aku lupa siapa yang memberiku asi, namun sepertinya bukan ibuku. Lagipula, aku masih batita ketika itu. Mungkin karna rasa bersalahnya itu, ibuku sangat perhatian dan mengkhawatirkanku. Walau terkadang berlebihan. 

Waktu terus berputar sampai akhirnya aku menginjak usia 5 tahun. Bahagiaku begitu membuncah ketika ayah mendaftarkanku ke sebuah TK yang katanya sangat bagus. Aku bersyukur akan kekayaan yang dimiliki keluargaku. Aku bisa memiliki segala yang teman-teman TK ku tidak punya. Aku selalu diantar mobil mewah milik ayah, sedangkan temanku hanya diantar oleh orang tuanya menggunakan sepeda. 

Aku sangat mencintai sekolahku. Aku juga mencintai teman-temanku, rasanya aku tak sanggup berpisah dari mereka. Teman-teman pertama yang kumiliki selain kedua orang tuaku. Hingga tiba saat pembagian evaluasi sekolah dan guruku mengundang kedua orang tua murid untuk menghadiri wisuda sekolah TK kesayanganku. 

Orang tuaku tampak murung ketika kusampaikan kabar tersebut, sampai akhirnya aku merengek dan akhirnya merekapun mau datang ke sekolah. Aku bertemu dengan banyak orang tua dari teman-temanku. Tapi ada sedikit yang berbeda dengan keluargaku. Kulihat ayah-ayah mereka sangat gagah mengenakan jas hitam, dan ibu mereka yang cantik dengan beraneka sanggul dan ikat rambut di kepalanya. Beda sekali dengan ibuku yang malah terlihat gagah, kuat, dan pemberani.  

Hari itu, bagaikan petir yang menghujam jantungku. Belakangan aku menyadari, bahwa ibuku memang memiliki rahim, tapi ternyata tidak memiliki alat kelamin perempuan. 


#ceritafiksi

Advertisements

5 thoughts on “Aku Cinta Ibuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s