Cerpen

Merajut Kembali

#Obrolin’s Monthly Challenge (remake cerpen 2010)

 

Handphone Aida tiba-tiba berdering mengagetkan lamunannya. Tanpa komando, ia langsung membuka pesan singkat yang masuk. Dari siapa ? Ternyata dari Resha. Kaget bukan kepalang Aida membacanya. Ia langsung memberitahukan kepada Rona, Tria, dan Maya. Namun, isi pesan singkat itu hanya tiga kata, “Lagi apa, Da?” Tapi baginya, itu sangat berarti. Bukan karena isi pesannya, tapi pengirimnya. Jelas saja, sudah beberapa bulan terakhir ini Aida dan Resha tidak saling berhubungan satu sama lain dan tiba-tiba Resha mulai mengontaknya lagi.

“Yaudah bales, Da. Bales.” Seru Maya heboh.

“Iya-iya ini mau dibales kok. Tumben ini dia sms gue. Kenapa ya” Aida kepada ketiga sahabatnya itu.

3 Agustus 2009

Hari ini adalah hari pertama mulai efektifnya ekstrakulikuler di SMA Gejolak Asmara setelah tahun ajaran baru. Aida bersama Sintia dan Sabrina menuju ruang Mat 4 untuk pertemuan pertama ekskul mereka, yaitu Techro (Technology Robotic). Ternyata di dalam ruangan tersebut, mayoritas adalah kaum adam. Karena memang ekskul yang mereka pilih adalah ekskul yang cenderung digemari oleh laki-laki. Setelah perkenalan singkat para anggota lama dan anggota baru, kemudian ketua Techro membagi anggota baru menjadi beberapa kelompok.

“Ah, sial. Gue cewek sendiri.” Gumam Aida.

“Yah, Da. Paling ganteng deh lo disitu hehehe.” Ledek Sintia dan Sabrina.

Setelah pembagian anggota baru, sekarang giliran pembagian anggota lama untuk ditempatkan di kelompok-kelompok anggota baru sebagai Pendamping Kelompok. Ini ekskul apaan sih? Orangnya gak ada yang kinclong dikit apa? Eh, wait. Paling enggak, di antara keempat kakak kelas itu ada satu orang deh yang rada mending. Semoga aja jadi PK gue. haha. Dalam hati Aida berbisik. Seperti dunia mendengar bisikan hatinya, sang kakak kelas itupun dipilih menjadi PKnya. Ketua Techro kemudian memerintahkan agar setiap kelompok berkumpul dengan PKnya masing-masing.

“Oiya, namanya siapa aja nih kelompok 4? Gue Resha.”

“Saya Hafizh, Kak.”

“Fakhry.”

“Reyhan.”

“Kalo saya Aida.”

“Ohh, kenapa pada mau masuk Techro ?” Resha memulai perbincangan singkat dengan anggota kelompoknya.

Pertemuan Techro diadakan rutin setiap hari Kamis. Kemudian, di hari kamis berikutnya, Aida sama sekali tidak melihat Kak Resha. Dimana kakak itu? Kok nggak dateng sih? Siapa namanya? Bodoh, gue lupa. Oiya Kak Resha. Dimana ya? Semesta mendukung. Seperti mendengar bisikan hati Aida, pengisi materi Techro langsung memberitahukan kepada anggota kelompok 4 kalau pendamping kelompoknya (Kak Resha) tidak bisa hadir pada pertemuan kali ini. Kemudian, setiap malam kamis Aida selalu mendapat pesan singkat yang berisi tentang pemberitahuan pertemuan anggota Techro. Nomernya selalu sama.

“Sin, Sab, dapet sms dari nomer ini ?” tanya Aida.

“Ah, engga kok.”

“Oh, yaudah. Tapi ini nomer siapa ya?”

“Pasti nomer Kakak Techro lah, Da. Siapa lagi “

Malam hari ketika Aida online facebook, ia membuka group Techro di facebook. Kemudian ia melihat profile facebooknya Kak Resha. Oh, Resha Naufal namanya. Tanpa ragu ia merequest pertemanan dengan Resha Naufal. Bermulai dari sinilah, hubungan mereka semakin dekat. Sampai pada suatu malam, tiba-tiba handphone Aida berdering tanda pesan masuk.

Eh, besok jadi pada ngumpul gak? Gue gatau bisa dateng atau enggak.

Ah, ini nomer Kak Resha. Oh, salah kirim kali ya. Tidak lama kemudian, ada satu pesan masuk lagi.

“Maaf, Da. Ini Resha, gue salah kirim.”

“Oh iya Kak, nggakpapa kok. Oh, iya tentang tugas yang dikasih sama Kak Dila itu gimana ya? Apa aku kirim ke e-mail Kakak aja?”

Karena salah kirim sms ini, Aida dan Resha jadi berlanjut smsan. Padahal awalnya hanya membicarakan seputar masalah Techro tapi lama-lama berlanjut ke obrolan yang lebih menarik. Seperti membicarakan keluarga, teman sekolah, serta pribadi mereka masing-masing. Setiap pertemuan Techro pun, Aida semakin akrab dengan Resha. Sebenarnya karena memang masing-masing anggota baru dan anggota lama Techro juga semakin erat, tapi mereka mungkin lebih spesifik. Berkat teknologi yang sekarang sedang booming (facebook), keakraban mereka mulai disadari oleh beberapa anggota Techro.

Aida dan Resha sedang merasakan sesuatu hal yang berbeda. Fall in love? Falling someone with love? Or is fallen by love? Aida tidak menyadari kalau Resha juga menyukainya maupun sebaliknya.

“Rona, Tria, Maya, gue bingung. Kak Resha gimana ya? “

“Dia suka Da, sama lo. Yakin deh gue. kalo enggak mah nggak mungkin dia sering sms lo gitu.”

“Ah tapi gue liat dia banyak deket sama temen-temen ceweknya.”

Maya tidak tahan melihat Aida dan Resha yang terus berhubungan tanpa status seperti ini dan akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Resha yang kurang lebih isinya seperti ini,

“Kak, udah lo tembak Aida aja. Dia suka juga kok sama lo. Tapi dia itu masih belum mau pacaran. Banyak yang suka sama dia, tapi ditolakin. Ada kesempatan nih, Kak. Tapi dia bingung soalnya lo banyak deket sama temen-temen cewek lo Kak.”

“Oh, gitu ya. Iya gue juga bingung, sebenernya dia ngerespon gue atau engga. Hmm, iya gue coba ngerubah deh. Mereka itu temen-temen gue doang kok, gak lebih.”

Semakin hari perasaan Resha semakin tumbuh tak bisa dibiarkan. Ia juga mengakses Sabrina, salah satu teman dekat Aida di Techro agar bisa mengenal lebih jauh tentang Aida. Ini juga sudah menjadi public secret di Techro. Resha sudah mendapat banyak dukungan dari teman-temannya maupun teman Aida. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengatakan perasaannya kepada Aida.

Ditolak.

Aida belum mau pacaran. Sebenarnya yang Aida harapkan adalah berteman lebih jauh lagi, sebagai sahabat. Bukan pacar. Beberapa hari setelah Resha mengutarakan semua perasaannya, Aida dan Resha masih tetap berhubungan dengan baik. Bahkan mereka sempat untuk jalan bareng ke gramedia, makan bareng, dan lain-lain.

Tapi, salah satu anggota Techro mencampuri urusan Resha dan Aida. Dan akhirnya Resha menjauhi Aida. Resha tidak lagi menghubunginya. Ia berlari jauh, sangat jauh sampai tak terlihat lagi sosok seorang Resha di mata Aida. Sebenarnya bukan untuk membenci. Tapi Resha hanya ingin melupakan. Melupakan Aida. Sepenuhnya.

Hari-hari Resha lewati tanpa kehadiran Aida. Semakin waktu berjalan, Aida merasa sangat kesepian. Setiap pertemuan Techro, mereka seperti tidak saling kenal. Bahkan seperti bermusuhan. What a bad condition. Apa sih yang udah gue lakuin ke lo Kak? Apa salah gue? Lo tuh, orang pertama yang bikin gue jadi kayak gini Kak. Beberapa lamanya mereka seperti ini. Sejujurnya Resha ingin kembali ke keadaan semula tapi apa daya, sudah terlanjur. Ini keputusannya sejak awal. MELUPAKAN AIDA.

Berkat Rona, Maya, dan Tria yang selalu memberikan Aida semangat, Aida akhirnya memutuskan ingin melupakan Resha juga walaupun sulit, walupun berat. Tapi Aida yakin kalau Resha bukanlah untuknya. Bukan miliknya. Keyakinannya semakin bertambah. Iya mulai mampu melewati harinya tanpa kehadiran Resha. Ia mulai mampu mengikhlaskan kepergian Resha di hatinya. Ia mulai mencari sesuatu yang baru, agar bisa melupakan Resha.

Ah, Kak Irfan. Sungguh berkharisma. Kau mengalihkan segalanya, termasuk Resha. I wish. Aida mencoba mencari tambatan hati yang lain. Kak Irfan. Yaa, Kak irfan mulai memberinya harapan. Tapi tetap saja yang namanya cinta sejati itu tak kan terkikis oleh apapun. Di hatinya tetap ada Resha. Hanya nama Resha yang terlukis indah di hatinya.

Handphone Aida tiba-tiba berdering mengagetkan lamunannya. Tanpa komando, ia langsung membuka pesan singkat yang masuk. Dari siapa ? Ternyata dari Resha. Kaget bukan kepalang Aida membacanya. Ia langsung memberitahukan kepada Rona, Tria, dan Maya. Namun, isi pesan singkat itu hanya tiga kata, “Lagi apa, Da?” Tapi baginya, itu sangat berarti. Bukan karena isi pesannya, tapi pengirimnya. Jelas saja, sudah beberapa bulan terakhir ini Aida dan Resha tidak saling berhubungan satu sama lain dan tiba-tiba Resha mulai mengontaknya lagi.

“Yaudah bales, Da. Bales.” Seru Maya heboh.

“Iya-iya ini mau dibales kok. Tumben ini dia sms gue. Kenapa ya” Aida kepada ketiga sahabatnya itu.

Saat-saat ketika Aida mulai ingin melepas Resha dari hatinya, seketika itu pula Resha menarik hatinya kembali. Berkat dorongan dari Judy, salah satu teman Resha, akhirnya Resha meminta maaf karena ia telah memutuskan hubungan pertemanannya dengan Aida. Resha gagal. Resha gagal melakukan misinya untuk mendapatkan Aida. Juga untuk melupakan Aida sekalipun. Akhirnya hubungan mereka kembali normal.

Aida memberanikan diri mengirim pesan singkat lebih dulu pada Resha. Ia menyadari kalau ia juga sebenarnya tidak ingin jauh dari Resha, tidak ingin kehilangannya..

Karena mereka mulai menjalin hubungannya kembali, Resha juga semakin yakin terhadap hatinya. Yakin terhadap Aida yang tetap tinggal di hatinya. Aida berbeda. Ia merasakan sesuatu yang lain dalam diri Aida. Aida pantas untuk diperjuangkan. Aida pantas didapatkan.

4 Januari 2010

Aiih, kenapa Kak Resha jadi sering banget ngontak gue nih? Plis jangan bikin gue geer.

“Da, gue mau ngomong.”

“Eh, iya Kak. Ngomong aja. Kenapa?”

“Heem, mungkin ini untuk kedua kalinya gue ngomong kaya gini sama lo. Mau nggak jadi orang yang spesial buat gue?”

Long time no replied.

“Maaf Kak, aku nggak bisa.” Tampak kekecewaan di wajah Resha mendengar jawaban Aida. Pupus sudah harapannya. Tiada lagi. Tiada lagi harapan.

“So?”

“Aku nggak bisa kehilangan Kakak untuk kedua kalinya, aku butuh Kakak.”

Burung-burung bernyanyi di kala dua jiwa yang sedang menyatu di satu hati ♥

Image result for birds
Image Source

(Thanks a lot for Kak Bemby and Alifa who are the most meritorious. Ini kisah nyata tahun 2009 dengan nama yang disamarkan semua. Belum ada whatsapp, line, maupun instagram, jadi wajar saja kalau pdkt jaman dulu masih via sms dan facebook doang 😆)

#teenlit

#Obrolin #OMCAgustus #YukMenulis

Advertisements

17 thoughts on “Merajut Kembali

  1. Ya kali SMA Gejolak Asmara 😂😂😂
    Cerpen yang sangat perempuan ya haha. Suka dengan gaya bahasanya. Ringan, tak berlebihan. Btw meski nama samaran juga, karena kisah nyata, ketauan siapa Aida nya wkwk. Wah, gimana kabar Reshanya kak? Udah 7 tahun berlalu ya hmm…

    Padahal kusuka Irfan

    1. Yahaha keren gak tuh SMA😂
      Iyaa gaya bahasanya ya gitu, sederhana ya gak pake majas, lol 😆😆
      Siapa emang Aida nya? Ahaha, kabarnya Resha? Tau laaah, kan socmed makin byk skrg gak kayak dulu. Hihi, kangen bgt sihhh gak kerasa udh 7 tahun lalu😂😂

      Bahkan uwe malah lupa Irfan teh dulu yg mana wkwk

    2. Cuma mikir gimana nasib para jomblo di SMA itu 😂😂

      Ah iya ya. Aku pun amat bersyukur dengan adanya medsos sekarang ini. Mungkin sama bersyukurnya dngan Aida yang walau kangen udah 7 tahun tapi bisa tau kabar “Aida”.. Ya nggak kak?? 😏😏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s