Cerita-cerita · Opini

Cerita Blogger Amatir

Salut buat blog gue yang masih mau bertahan kurang lebih 10 tahun. Memiliki blog yang sudah cukup tua tetapi kualitas konten masih prematur terkadang menjadi tantangan tersendiri buat gue. Flashback ke tahun 2007 waktu dimana gue mengenal blog pertama kali. Thanks to my dad yang menyarankan gue membuat blog untuk menyalurkan pemikiran-pemikiran sederhana yang cuma bisa gue tulis di buku diary maupun facebook. Sampai akhirnya terlahirlah bayi mungil nan cantik ini. Sebagai amateur writer, tentunya banyak sekali suka dukanya punya blog se-lama itu.

https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2015/01/Keuntungan-Menjadi-Blogger.jpg
Image Source

Beberapa Kali Vacuum

10 tahun berlalu, bukan berarti gue rutin dan aktif dalam menulis. Sampai detik ini, baru hampir 200 tulisan yang pernah gue posting di blog include yang diprivate, yang dihapus karna geleuh pas dibaca ulang, maupun yang gue pernah bikin sampai berjilid-jilid. Semua tulisan yang terlahir pastinya didukung oleh mood yang baik.

Sering banget rasanya pengen memposting sesuatu tapi nggak punya ide atau inspirasi untuk ditulis, jadinya gue cuman blogwalking aja sampe bosen. Kalau sudah bosan selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan gue nggak akan posting sesuatu. Kadang juga kerana waktu senggang yang sangat sedikit. Kebetulan pas kuliah dulu gue cukup aktif ikut ini itu jadi jarang punya waktu semedi buat nulis-nulis depan laptop.

https://i.ytimg.com/vi/2FeVYhnjp4A/maxresdefault.jpg
Image Source

Bahkan terkadang juga gue lupa kalau punya blog hahaha ✌️ Nah kalau ada kejadian sesuatu atau gue mengalami hal yang perlu gue kenang, pasti akan gue buka lagi blog nya dan aktif ngeblog lagi 😊

Sering Pesimis

Kalau aktifitas ngeblog gue cuman blogwalking doang, gue pasti akan menemukan banyak inspirasi dari banyak awesome blogger dan hal itu sering membuat gue pesimis dan malu. Terus ngomong depan kaca, “udeh berapa lama cuy punya blog? tulisan lo gitu2 aje” Terus abis itu gue nangis di pojokan minta ilham biar dapet pencerahan.

Sempet malu juga karena gue 2 kali jadi panitia seminar explo science dan yang jadi guest star adalah penulis hebat seperti Asma Nadia dan Azhar Nurun Ala (btw kak Azhar follow blog saya, haha makasih kaak 🙏)

Hal itu yang membuat gue merasa nggak ada apa-apanya dibanding blogger yang jam terbangnya udah tinggi, sedangkan gue terbang udah lama tapi baru nyampe jonggol pesawatnya 😪. Dari situ biasanya gue merenung apa yang harus didevelop ini dari blog gue, gimana biar bisa seperti mereka yang sampai bisa jadi influencer blogger.

Gue baca lagi tulisan-tulisan yang belum lama gue posting dan akhirnya berujung geleuh sendiri. Ada yang langsung gue hapus, ada juga yang diperbaiki dari segi alur maupun diksinya. Pernah baca tulisan yang duluuuu banget dan dibaca juga sama teman SMA gue, dia bilang “gaya bahasanya lo banget. masih kayak sekarang.” Kalau gue ambil positifnya, mungkin gue punya ciri khas dalam menulis, tapi tentunya harus terus dikembangkan.

Punya Pembaca Setia

Bagi orang-orang yang hobinya membaca, kemungkinan besar dia juga suka membaca tulisan blog, salah satu banyaknya adalah beberapa teman gue. Kalau udah lama gue nggak aktif melahirkan tulisan dia pasti protes, “mana lagi woy tulisan lo?” Atau ada juga yang terus memotivasi dan ngasih kritik saran, “nggak nulis lagi De?” atau “De, aku udah baca tulisan kamu, coba ditambahin blablabla dan penjelasan blablabla nya dikurangin” dan sebagainya.

Kemudian belum lama ada teman-teman yang capture tulisan gue dan di update di medsos nya. Uuuw terharu😚. Dan hal itu yang membuat gue merasa dihargai di dunia perbloggeran walaupun ga pernah bayar kos alias blog gratisan.

https://i1.wp.com/www.vswsa.com/uploads/5/4/4/7/544771/3220375_orig.gif
Image Source

Bisa Menularkan Hal Positif

Banyak di antara teman-teman yang mengetahui kalau gue suka ngeblog dan mereka kasih komentar via japri a.k.a pm a.k.a langsung direct message ke whatsapp/line, gatau kenapa dah. Dari situ dia bilang kalau dia terkesan dan bisa ikut merasakan apa yang pernah gue tulis atau gue alami.

Ada juga teman gue yang langsung chat ke gue malem-malem kalau dia jadi pengen banget punya blog setelah stalking blog gue, bahkan ada juga yang jadi semangat dan aktif ngeblog setelah gue juga aktif menulis. Terlena juga kan jadinya eeaaa. Tapi kita nggak boleh mudah terhanyut karna sebenarnya pujian adalah cobaan.

Reward Buat Diri Sendiri

Hobi gue yang mood-mood’an ini kadang bisa membuat gue bangga karna bisa melahirkan banyak tulisan dari yang tadinya cuma sekedar status facebook dan twitter atau curhatan pas lagi galau. Nggak nyangka aja gue kok bisa ya dulu menulis seperti itu, in case itu tulisan jaman smp atau sma.

Gue juga bisa flashback ke masa lalu melalui tulisan jadul dan hal ini membuat gue happy in my deepest heart. Ibaratnya mah kayak photographer aja yang menjadikan foto menjadi kenangan dalam perjalanan hidupnya. Terkadang juga jadi bisa menilai bagaimana tulisan gue pada masa lalu, apa kurangnya, agar selanjutnya bisa lebih baik atau jadi bisa dikonsul sama penulis-penulis yang lebih hebat.

Reward berupa likers dan comments adalah bonus berupa angka, reward sesungguhnya adalah kepuasan batin karna bisa mencetak sebuah kenangan di jalan hidup gue sendiri dalam bentuk untaian huruf demi huruf.

https://media.arabnet.me/site_media/news_images/content_articles/rewarding-top-talent-home2014-12-29-06-09-33.jpg
Image Source

***

Ada perbedaan ketika ngeblog jaman dulu dan jaman sekarang. Dulu hanya buat ‘dokumentasi’ pribadi saja, terselahlah mau ada yg baca ataupun engga juga tidak mengapa. Ada yang baca ya sukur, ngga juga gapapa (malah bagus kadang).

Sekarang setelah followers yg sedikit-sedikit bertambah, gue jadi lebih percaya diri dengan stats view, ternyata angka-angka itu yang menjadi penyemangat untuk menulis lebih baik lagi karna pandangan gue tentang menulis blog berubah dari sekedar mencurahkan isi hati dan pikiran menjadi tulisan yang (mungkin) akan dikonsumsi oleh banyak orang. Walaupun memang basicnya blog ini hanyalah daily blog seorang perempuan yang ingin mengabadikan hidupnya dalam bentuk tulisan random yang semi-semi gak jelas.

So thanks buat mba kunu yang pernah nyasar ke blog ini dan tanpa sadar gue terbawa ke dalam komunitas kece bernama ‘obrolin’.

obrolin.id

Advertisements

5 thoughts on “Cerita Blogger Amatir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s