Opini

Kursi Prioritas KRL Untuk Ibu Hamil

Hai, semuanya. Belakangan gue denger kabar kalau ada mahasiswi penumpang commuter line yang marah-marah karena kursinya direbut oleh ibu hamil. Gue baca berita ini di Line Today. Yah, biasa lah kalau di perjalanan mau ke kantor kan suka bosen, gue suka baca-baca line tudey, line webtoon, dll. Nah, ada beberapa berita tentang mahasiswi yang marah-marah ini di instagramnya karna kursinya direbut sama bumil. Perhatian gue langsung terfokus terhadap berita ini.

Kursi prioritas di commuter line disediakan untuk lansia, ibu membawa balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Letaknya di ujung-ujung kereta (setiap gerbong). Karna terlalu padatnya penumpang, terkadang kursi prioritas pun ditempati oleh penumpang normal. Sehingga, banyak ibu hamil atau lansia yang rela berdiri karena tidak diberikan tempat duduk :(. Memang sih, tidak semua penumpang krl begitu tidak peduli dengan penumpang prioritas. Banyak juga penumpang yang duduk di kursi biasa rela berdiri dan memberikan tempat duduknya untuk penumpang prioritas, bahkan untuk yang bukan penumpang prioritas namun lebih membutuhkan duduk juga sering diberikan oleh penumpang lain, misalnya orang sakit, ibu-ibu, bahkan gue juga pernah dikasih tempat duduk hehe :D. Namun yang jadi masalah adalah, masih (lumayan) banyak penumpang egois yang tidak peka akan orang-orang di sekitarnya. Rasanya kalau sudah dapet kursi di krl, susah banget ya untuk angkat pan*at. Tega gitu ya kalau ada ibu-ibu yang berdiri lama di kereta apalagi bawa anak, atau orang sakit sampai dia rela hampir duduk di lantai kereta.

Pengalaman gue kemarin malam, ada bapak-bapak berusia sekitar 60an tahun yang terus-terusan memijit kakinya karna pegal sampai badannya bungkuk-bungkuk menahan rasa sakit, beliau nggak ngeluh apalagi memalak tempat duduk orang lain. Padahal di depannya ada lelaki berusia sekitar 35an yang duduk sambil mendengarkan lagu dengan damainya. Tidak menggubris sama sekali. Karna gue kesal, gue liatin aja lelaki itu sambil setengah melotot kemudian gue lempar pandangan ke bapak-bapak 60an tadi, berharap dia bisa menerka apa yang mata gue katakan (posisinya disini gue juga berdiri). Mungkin dia udah eneg melihat wajah gue yang super jutek akhirnya di stasiun berikutnya dia berdiri. Dengan baiknya si bapak-bapak 60an malah mempersilahkan gue duduk 😦 tapi gue langsung tolak dan mempersilahkan si bapak buat duduk. Dan masih banyak lagi cerita-cerita gue selama di kereta.

Parahnya, masih banyak penumpang yang tidak memberikan tempat duduknya untuk penumpang prioritas. Seperti yang lagi happ saat ini, mahasiswi yang marah-marah karena kursinya direbut oleh bumil. Padahal, sangat berbahaya bagi seorang bumil yang berdiri lama di kereta, apalagi kalau kereta lagi padat. Nggak kebayang yaaampun :(. Dilansir Fox News, ibu hamil yang berdiri terlalu lama bisa menghambat pertumbuhan janin yang sedang berkembang. Ibu hamil yang dipaksa melakukan kegiatan berat selama masa kehamilan, termasuk berdiri dalam waktu yang cukup lama, bisa berakibat pada kurangnya produksi aliran darah ke rahim dan plasenta serta berkurangnya ketersediaan oksigen dan nutrisi bagi janin. Kumparan.com

bmil
Bumil di kereta

Nah, bagaimana ceritanya, mahasiswi yang katanya berpendidikan ini bisa mengatakan bahwa ibu hamil seharusnya tidak berhak mendapat kursi prioritas??? Coba sini kalau ada yang mau membela statement tersebut. Seperti yang sudah gue katakan di atas, bahwa orang sakit atau ibu-ibu yang sudah cukup tua atau bahkan anak-anak kecil pun seharusnya dipersilahkan duduk oleh kita yang masih normal, masih kuat berdiri, masih sehat dan segar bugar. Karena, di Indonesia ini masih banyak orang ga enakan yang nggak mau meminta tempat duduk dari orang biasa, jadi mereka akan rela berdiri. Disini tugas kita yang masih kuat dan sehat untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Tempat duduk di dalam kereta (kecuali kursi prioritas) memang boleh digunakan oleh siapapun yang mendapatkan duluan, tetapi alangkah lebih baiknya tempat duduk kita berikan kepada orang yang lebih membutuhkan πŸ™‚

Advertisements

21 thoughts on “Kursi Prioritas KRL Untuk Ibu Hamil

  1. Sepaham!! Benci bgt gue kalo liat laki laki yang enak enakan duduk padahal di depan nya ada orang tua yang berdiri, banyak alasan katanya cape ya semua cape tapi apasalah nya berbagi padahal dengan berbagi kursi bisa mendapatkan kepuasan batin saat melihat orang yang kita berikan tempat duduk kita tersenyum…

    1. Bener banget Mas, kita cape yang masih sehat dan muda, apalagi mereka kaan 😦
      Nah itu dia, kepuasan batinnya kadang yang bikin capek ilang juga ya hehe

    2. Bener bgt mba saat kita berikan kursi dan merrka tersenyum adalah sebuah kepuasan batin mba,ga peduli secape apapun dan sengantuk apapun karna ada yang lebih membutuhkan

  2. kakak dea baik sekali,heheh

    btw, commuter line emang sarana latihan kepekaan, untuk anak muda(h) kek saya aja berdiri kota – manggarai – tanah abang lumayan pegel apalagi mereka yg dalam kondisi khusus πŸ˜…

    1. Aku nggak berani ngomong banyak kalau masalah ketidakpekaan ini sih Bang, soalnya tergantung pribadi masing2 org juga. Terkadang tiap org mrmaknai ketidakpekaan juga beda2, relatif. Tapi kalau masalah perkeretaan ini (?) tiap org pasti punya alasan tersendiri untuk memperjuangkan haknya agar bisa duduk..
      Eh kok aku jd ngelantur kmn2 ya πŸ˜‚πŸ˜‚ maafkan

    2. Nah, tapi menurutku di Indonesia ini ketidakpekaan nya masih rendah Bang #opini
      Masih banyak orang yang memikirkan diri sendiri demi bisa duduk haha πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s