Islam · Kontemplasi · Ramadhan · Renungan

Ramadhanku

Dada yang begitu sesak kini kurasa. Jerit tangis tanpa suara, air matapun menetes tak terasa, dan kubiarkan hati yang bicara. Di atas sajadah yang ku gelar aku menghamba serendah-rendahnya padaMu Tuhan. Tiga puluh hari telah berlalu, begitu banyak ku abaikan waktuku hanya untuk urusan dunia. Kulupakan Engkau tanpa sadar, kulupakan rasa syukur.Ya Allah Yang Maha Memaafkan, sudikah kiranya Kau memaafkan aku yang berlumur dosa?

Pantaskah aku mendapatkan kemenangan sebagaimana yang Kau janjikan pada kami, diterimakah semua amal ibadah kami?

Puasa kami yang hanya menahan lapar dan haus, tanpa menghiraukan hawa nafsu serta hati yang banyak noda?

Quran dan Hadis yang kami baca hanya untuk mengejar hatam sebanyak-banyaknya?

Sedekah yang kami keluarkan lebih banyak daripada bulan-bulan yang lainnya? Taukah Kau apa yang hati ini katakan? Ikhlaskah aku atas semua ibadah yang kulakukan hanya untukMu? Ya Tuhan aku tidak tau……

Ya Rahman, Yang begitu dekat dengan urat nadiku, Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, bahkan hati terkecilku, Yang Menyayangiku tanpa ragu, Yang Melindungiku di setiap waktu, Yang bahkan kulupakan bahwa Kau selalu hadir dalam tidurku,

Pahala yang tanpa batas Kau janjikan, atau keikhlasan setiap penghambaanku. Manakah yang sebenarnya aku harapkan Tuhan..

Pantaskah aku kembali suci sedangkan aku tak peduli?

Kini Ramadhan telah pergi, meninggalkanku sendiri, terduduk merenungi, akan kesalahan dalam diri ini. Semoga kita dipertemukan kembali, dengan jiwa yang lebih jernih dan taqwa yang mendasari..

Ya Allah kumohon.. ampunilah dosaku, maafkan kekhilafanku, tunjukkan aku, jalan penuh cahaya yang berhujung padaMu.

Jangan putuskan cinta dan kasihMu padaku, jangan pernah tinggalkan aku Ya Allah Ya Tuhanku. Sungguh aku tak akan bisa hidup tanpaMu..

Advertisements

3 thoughts on “Ramadhanku

  1. hai dea salam kenal….
    Senyum adalah anugrah Tuhan bagi setiap manusia
    yang mengandung cahaya kebaikan dan kesucian,
    membawa kedamaian bagi yang melihat, dan
    menumbuhkan welas asih bagi yang memberi. Maka
    tersenyumlah kepada semua orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s