Cerpen · Tentang Temen

Cinta itu Nekat

“Salamu’alaikum” gue buka pintu kamar dengan tidak sabar. Pertama gue gerah banget abis aktivitas seharian dan rasanya pengen cepet-cepet mandi, kedua gue pengen cepet-cepet tidur. Ketika udah sampe kamar, gue disambut sama temen-temen kamar gue dengan heboh. Dila, Miya, dan Nila lagi heboh dan ketawa-ketiwi. Semua itu terlihat bahwa pusatnya adalah Nila.

Gue langsung duduk bengong natap Nila penuh Tanya, “Nil, KENAPA?” Kemudian Nila jawab dengan muka sedih, prihatin, melas, nyebelin, rese, nyolot, tapi bikin gue kasian melihatnya, “Dar, aku mau ngomong aja sama Rama.” Gue beristighfar dalam hati. Mencoba mencerna dengan baik apa maksud dari kalimat perempuan satu ini. Sedikit tidak percaya kalo emang dia mau mengatakan hal itu sama Rama, sosok lelaki yang membuat ia menjadi stalker tingkat dewa, dan nggak berhenti buat menceritakan Rama setiap harinya sama orang-orang seisi kamar.

Mungkin Nila ngerti apa yang lagi gue pikirin. Belum sempat gue nanya lagi, dia langsung menyambar “aku mau bilang ako aku sayang Rama.” “HAH???????” gue kaget dong setengah mati, sementara dua temen gue yang lainnya, Dila dan Miya malah ketawa geleng-geleng. Seolah mereka sudah sangat mengerti tentang sahabat kita ini.

Sebenernya gue masih nggak habis pikir sih, dan nggak ngerti juga apa yang bakal Nila lakukan selanjutnya. Nampak bahwa Miya sangat memahami situasi dan kondisi, dia menjelaskan panjang lebar. Jadi, ceritanya Nila udah tidak kuat memendam perasaannya selama ini pada Rama dan dia akan mengatakannya melalui telepon. Berhubung Nila tidak mau siapapun mengetahui identitasnya, dengan berat hati Miya meminjamkan nomer hpnya untuk digunakan Nila. Kemudian gue berfikir panjang tapi nggak terlalu juga sih …

“Hey, kalo kamu nggak mau Rama tau identitas kamu, terus pake nomer Miya, terus Rama akan mengira kalo yang nelfon itu Miya. Gimana sih?” Sesaat kamar menjadi hening. Sebelumnya Nila sudah menggunakan nomer Miya untuk melakukan panggilan (missed call) doang sih. Tapi apa boleh buat, semua itu sudah terlanjur -_- “Yaudah, cepet telfon aja sekarang!” jadi gue yang napsu *maap.

“tuuut…. Tuuut… tuuut” nada sambung ini, entah kenapa membuat kamar menjadi sangat menegangkan, sampai nada sambung ke tiga, masih belum ada jawaban, kemudian…. “halo..” Gue bingung si kamseupay Nila ini malah diam. Dan percakapan selanjutnya adalah gue yang jadi sutradaranya Nila.

Nila        : “halo, Rama?”

Rama     : “iya, ini gue Rama. Ini siapa ya?”

Nila        : “Ram………………..”

Rama     : “ya? Siapa sih?”

Nila        : “gue sayang sama lo. Lo nggak perlu tau gue siapa. Gue cuma mau ngungkapin perasaan yang udah lama gue rasain ini. Karna gue ngga kuat nahan ini lama-lama. GUE-SAYANG-LO-RAMA.” (oke, Nila emang lebay)

Rama     : “iyaaa, tapinya lo siapa???”

Nila        : (klik) (nutup telfon)

ANJAAAAAAAAAAAA. Kamar gue heboh. Gue, Dila, Miya, dan terutama Nila teriak sekencang-kencangnya. Sampai terdengar di seluruh jagad raya ini. Sebenernya sih gue nggak terlalu ngerti kenapa kita berempat sebegini lebaynya. Tapi, untuk seorang perempuan seperti Nila –yang notabenenya nggak pernah pacaran– dia termasuk cewek yang nekat karena cinta.  NEKAT-BANGET gue bilang sih.

Oh iya, cerita belum selesai. Beberapa menit setelah histeris ini, handphone Miya berdering, ternyata panggilan dari nomer Rama. Kamar yang sudah histeris makin histeris. Sekarang giliran Miya yang takut. Takut kalo identitasnya ketahuan. Dila cuma cengengesan dan bilang dengan santainya “udaah, cuekin aja.” Well, yaudah. Panggilan dari Rama nggak pernah siapapun mengangkatnya. Ketakutan terbesar Nila adalah Rama mengetahui kalau yang menelfonnya barusan adalah Nila, namun sejujurnya, itulah yang ia harapkan.

Dasar Nekat. So, this is true. Love is reckless.

Advertisements

3 thoughts on “Cinta itu Nekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s