Cerita-cerita · Tentang Temen

Farewell

Waktu terus berjalan tanpa aku sadari perpisahanku dengan mereka semakin dekat. Aku, Dea, mahasiswi IPB tingkat 1 yang masih menetap di asrama. Tiba-tiba pikiranku melayang ke 1 tahun yang lalu ketika waktu perpisahanku dengan teman-teman SMA menghampiri. Satu hal yang aku takutkan pada saat itu. Mungkinkah teman baruku di universitas bisa setulus teman-temanku di SMA? Mungkinkah nanti ada yang lebih baik dari mereka? Mungkinkah ada yang seasik dan sebaik mereka? Caring, tearing, laughing, hugging, being angry, smiling, telling story, supporting each other, and anything we did.

Kuingat waktu pertama masuk asrama, bertemu dengan teman-teman sekamar yang notabennya kita nggak saling mengenal sama sekali, nggak pernah ketemu, nggak satu daerah, nggak satu jurusan maupun satu kelas. Hari demi hari berjalan, semakin aku mengenal dan merasa nyaman dengan mereka, kamar depan, kamar sebelah, dan kamar-kamar lain yang satu lorong.

Dan inilah 365. Kamar yang isinya 4 orang, Rusmi, Cherry, Salma, dan aku. Kamar yang paling aku cintai (yaiyalah, kamar sendiri). Di kamar ini semuanya bisa tumpah. Air mata, tawa, canda, cerita, marah, sedih, kesal, senyum, kangen. Semuanya campur aduk di kamar ini. Yang setiap harinya aku melihat mereka. Dari aku bangun tidur, pulang kuliah, ngerjain tugas, sampai mau tidur lagi. Wajah mereka yang selalu muncul ketika aku membuka mata. Tangan lembut mereka yang hangat merangkulku ketika aku bersedih, tangan penuh cinta yang merawatku ketika aku sakit, dan apapun yang mereka lakukan tanpa sadar menghiburku dan menghapus kelelahanku akan semua tugas kuliah.
PhotoGrid_1370515384466
Kamarku sangat strategis (menurutku sih). Kamar ini ngejogrok di lorong 8 gedung A3. Aku bilang sih disini surganya A3. hehe. Oke, lorong 8. Namanya Lolipop (lupa deh apa singkatannya), hahaha. Pertama kenal itu waktu malem pertama di asrama. Entah gimana waktu kenalan pertama kali, pokoknya malam-malam berikutnya aku juga sudah merasa nyaman tinggal disini, walalupun setiap minggu selalu galau pengen pulang karna rumahku lumayan deket sih. Antara Bogor dan Bekasi. Rasanya aku nggak terima kalo harus pisah sama lorong 8. Berlebihan nggak sih? Nggak lah ya. Dan aku akhirnya mengenal sesosok Etta. “Inget nggak Ta, pertama kali kita kenalan waktu kamu pinjem charger aku?” Kemudian ada Eby yang hampir tiap hari bertamu ke kamarku. Ada Neng yang super ramah waktu pertama kali aku check in. Ada kamar 368 dan kamar 369 yang pintunya selalu terbuka dan orang-orang dengan seenak jidatnya masuk kamar mereka, emang nyaman siih. Okta, manusia paling gila di lorong 8. Okta itu penghibur banget, dialah pencipta jargon kita yang ‘what the hell absurd our jargon’ hahaha. Ika, yang sabarnya luar biasa menghadapi kenakalan anak-anak lorong. Dan masih banyak lagi anak-anak lorong 8 yang nggak bisa aku sebutin satu-satu.

582106_3106212474163_1063593267_n

Punya temen kuliah baru. Pertama banget kenal itu sama CCG. Yang isinya 10 orang unpredictable. Bener-bener diluar dugaan banget. Manusia-manusia baik kiriman Allah. Mereka yang selalu jadi motivasi buat belajar, beribadah. Mereka yang selalu jadi hiburan kalo di kelas. Jokes that are sometimes high class (terutama Muli’s jokes) haha. Atau candaan-candaan yang ‘just we know and understand these jokes’. Ga ngerti lagi kenapa aku selalu terhibur dengan semua itu. Incredible. Yaa, they’re my incredible guys. ga ngerti juga bagaimana aku harus menjelaskan keistimewaan mereka satu-satu. I’ve never seen friends like them before. Dan gak akan pernah ada CCG CCG lain di luar sana. Di belahan bumi manapun. CCG Cuma punya kita. Setuju ya?

Ccg2 Camera 360

Berjalannya waktu, akhirnya aku mengenal yang namanya Affection (coming soon yaa). Affection, Affiliated Students of Statistics Fourty Nine. Statistika angkatan 49.jurusan paling kece, paling kompak dan paling tidak terdefinisi. Gaktau lagi mau ngomong apa pokoknya how comfort i am.

264741_3611964717653_1153976877_n

Tak terasa pipi basah, bulir-bulir mengalir dari pelupuk mata membayangkan kalau semua itu sudah berjalan sekitar 1 tahun. Yang artinya aku harus go out from this dorm. Rasanya mau minta additional time sama Allah biar waktuku bersama mereka lebih lama. Biar aku bisa nikmatin masa indah bersama mereka dan gak menyia-nyiakan walau sedetikpun. Dan mungkin sekarang Allah lagi marah karena aku nggak bersyukur. padahal Dia telah memberikanku waktu indah selama satu tahun dan aku masih nggak rela akan perpisahan ini? Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Dear Allah,

Thanks for the time that You give to me. thanks for friends that You send to me.

Allah, makasih yaa atas 1 tahun yang Kau berikan padaku untuk mengenal mereka lebih jauh, untuk merasakan kasih sayang mereka.

Allah, aku bersyukur kok. Maafkan aku yaa, aku akan belajar untuk menerima perpisahan ini. Aku bersyukur pernah mengenal mereka.

Allah, makasih yaa atas cinta yang Kau tiupkan di hati mereka, atas tangan lembutMu yang Kau anugrahi kepada mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s