Cerita-cerita · Tentang Temen

365 Dormitory

365.

Angka-angka ini yang tertera pada namaku ketika aku lihat di daftar nama mahasiswa TPB dan nomer kamarnya. Dan ada beberapa orang lagi nama-nama yang tidak aku kenal sama sekali. Menebak-nebak seperti apakah orang-orang pemilik nama ini. Semoga mereka adalah orang-orang baik. Bergegas aku, mamah dan kakakku mengambil kunci kemudian check in. Pas masuk kamar belum ada orang, tapi ada beberapa barang-barang mereka yang udah diletakkan pada tempatnya. Aku tahu ini pasti barang-barang mereka. Then, we were packing off.

Jam 4 sore. Aku keluar asrama, mengantarkan keluargaku sampai ke mobil. Kupeluk dan kucium mereka. Rasanya mau nangis ngeliat mamah yang terlihat nggak rela melepasku dari pelukan. Rasanya mau bilang kalau anakmu yang manja ini sudah beranjak dewasa dan kau harus segera melepasnya. Kulambaikan tangan dari kejauhan. Kulemparkan senyum terbaik untuk mengantarkan mereka sampai di rumah. Don’t miss me yaa, walaupun I never can do that.

Kembali lagi aku kemar dan aku akhirnya melihat wajah mereka pertama kalinya. Berkenalan dengan seseorang perempuan bernama Rusmiyati yang super duper ramah dan Cherry yang mungkin belum bisa kutebak secepat menebak Rus. Bertamu ke tetangga dan aku kemudian mengenal Amy yang bawelnya over padahal baru kenal. Ada Mamih yang memang sudah sangat cocok menjadi seorang ibu. Hehehe ^^v. Eby, yang ternyata orangnya asik banget. Tampang laki, hati perempuan sekali. Dan banyak anak-anak lorong yang punya kesan tersendiri di hatiku.

Di kamar ini semuanya bisa tumpah. Air mata, tawa, canda, cerita, marah, sedih, kesal, senyum, kangen. Semuanya campur aduk di kamar ini. Yang setiap harinya aku melihat mereka. Dari aku bangun tidur, pulang kuliah, ngerjain tugas, sampai mau tidur lagi. Wajah mereka yang selalu muncul ketika aku membuka mata. Tangan lembut mereka yang hangat merangkulku ketika aku bersedih, tangan penuh cinta yang merawatku ketika aku sakit, dan apapun yang mereka lakukan tanpa sadar menghiburku dan menghapus kelelahanku akan semua tugas kuliah.

Dan inilah mereka..

Rusmiyati.

208810_520954097943748_1961243691_n

Pertama ku kenal dia adalah wanita yang ‘wajarlah kalo banyak cowo yang suka sama dia’. Sifatnya keibuan banget, dewasa walaupun di antara kami, dia yang paling muda. Rajin banget, rajin melakukan apapun yang konteksnya bermanfaat. Rusmi dipanggilnya ‘Embah’. Panggilan kesayangan dari kita semua. Kalo lagi cerita suaranya melengking banget kayak nenek-nenek. Kalo ketawa, mungkin satu lorong bisa denger. Embah itu polos banget baiknya, apa adanya. Jujur. Selalu jaga perasaan orang lain. Ngga enakan banget. Kalo nolong orang gapake mikir dua kali. Hatinya lembut bagaikan kapas. Kalo udah cerita-cerita sampe nangis, rasanya pengen peluk banget deh Mbah. Keinget waktu Embah sakit sampe masuk rumah sakit. Aku nggak tahu yaa, kalian inget atau enggak. Embah berbaring di kasur kamar, dan kita bertiga (aku, Salma, Cherry) nangis karena nggak tega ngeliat Embah lemah nggak berdaya kayak gitu. Tau kan mbah artinya apa? Kita sayang Embah dan kita nggak mau ngeliat Embah kesiksa kayak gitu. Embah baik luar biasa dan rasanya nggak tega banget kalo sampe kesiksa kayak gini. Aku belum pernah nemuin orang kaya Embah. Embah, Rusmiyati, atau siapapun dirimu. Kau punya tempat tersendiri di hatiku.

Cherry Khatleen Dame.

534578_3936321051124_399455065_n

Baru beberapa hari kenal Cherry, dia udah mulai cerita banyak banget. Dia berani ceritain semua yang terjadi setiap hari yang dia lalui. Dia gila banget. Nggak keliatan dari luar yang sedikit jutek. Cherry juga tulus banget. Perhatian. Walaupun kadang-kadang suka bertingkah kayak anak kecil, but you’re so silly cute, babe, konyol banget. Cher, aku nggak akan lupa tentang semua hal yang pernah kita sharing each other. Tentang semua hal itu. Canda, tawa, kesal dan apapun yang kau rasakan. Masih sangat terlihat jelas di kepalaku tentang ekspresimu saat itu. Masih terdengar jelas bagaimana suaramu ketika menceritakan semuanya yang mau kamu ceritakan. Aku nggak akan lupa Cher. Suatu tempat tersendiri kusediakan buat Cherry di hatiku. I’ll never don’t miss the moments when you’re telling everything that happen to us ya.

Sania Nala Salma.

375706_581458531877006_432277701_n

Awalnya kukira anak ini pendiam dan solehah banget. Ternyata nggak sepenuhnya begitu. Salma bawel juga, nyolot kalo lagi dibully. Salma juga perhatian banget orangnya. Paling enak buat diajak curhat. Responnya selalu terasa menyenangkan pahit ataupun manis. Susah kayaknya kalo ada suatu hal yang nggak aku ceritain ke kamu, Sal. Ibadahnya rajin dan hal itu yang membuat aku juga termotivasi untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta kami berdua. Salma itu tukang tidur, ngeselin juga kadang. Waktu itu Salma pernah sakit. Berhari-hari ngga sembuh sampe akhirnya kita bawa Salma ke dokter. Pas lagi check up, hal yang terjadi sama Embah keulang lagi. Pas denger dokter bilang kalo Salma kurang darah dan harus secepatnya didonor, air mata Embah langsung tumpah dan akhirnya memancing kesedihan aku dan Cherry juga. Bagaimanapun kamu Sal, kita nggak mau siapapun di antara kita menderita dan melawan penyakit itu sendirian. Maaf ya Sal aku suka ngebully :”) eh tapi bukan aku aja loh yaa, seisi kamar juga raja bully apalagi kalo objeknya itu kamu.hehehe, daaan Salma juga punya tempat tersendiri di hatiku.

Febrizkia Adila.

screenshot-1360290679170

Eby. Eby bukan anggota kamar ini tapi dia nggak pernah absen buat ke kamar ini. Kamar yang seharusnya berempat terasa berlima semenjak Eby suka banget setor muka kesini. Pertama kenal udah nyambung banget. Nggak tau kenapa dia udah baik banget walaupun kita baru kenal. Feeling juga bilang kalau Eby anak yang baik. Tampangnya cowok banget. nggak ada perempuannya sama sekali. Tapi siapa sangka sih kalo Eby itu manja banget, hatinya selambut selimut yang pake Molto (?) Walaupun aku jarang bahkan nggak pernah liat kamu nangis, tapi aku tau persis By, kapan saat-saat kamu sedih, saat kamu down. Sebenernya pengen peluk. Tapi mungkin aku nggak sampai hati kalo sampe ngeliat kamu nangis. Aku nggak mau liat kamu nangis di depanku tapi aku juga nggak mau kamu pendam masalah itu sendirian. Anggaplah ada aku disini By. Aku akan siap mendengarkan semua ceritamu. Akan aku sediakan tanganku untuk menghapus air mata Eby. Kuberikan pelukanku yang penting hatimu bisa tenang. Di balik penampilannya yang terkadang cuek dan galak, tapi terlihat dari matanya kalau Eby adalah orang yang penyayang. Kalo di kamar nggak ada Eby, pasti siapun nanya “Eby kok nggak kesini?” Kangen deh kalo nggak ada Eby. Eby, tetaplah jadi sahabat sekaligus adikku yang baik, rajin, dan kuatkan hatimu ya. Allah besides you By, suatu saat nanti kalo ngga ada aku, dan kalau kau butuh aku, ceritakan pada Allah yaa. Bayangkan kalu aku selalu di samping Eby, menemani setiap harimu. Dan jangan pernah lupakan aku dan semua yang kita lewati bersama yaa.

Jadi inget waktu aku sakit dulu. Merekalah yang ngerawat. Merekalah yang nemenin. Merekalah pengganti keluargaku di rumah. Nggak pantes kali ya kalo aku cuma sebut mereka sebagai temen. Mereka adalah saudaraku. Saudara yang tak sedarah. Persaudaraan yang tercipta tanpa siapapun menyadarinya.

Inget juga pas bulan Ramadhan. Hari-hari terasa mengharu biru karena nggak puasaan bareng sama keluarga di rumah. Tapi siapa sangka, Allah kirimkan mereka sebagai penggantinya. Sahur bareng sambil ngobrol ngalor ngidul karena ngantuk nggak ketahan sama sekali, buka puasa bareng, cari makan bareng. Diselingi obrolan-obrolan yang kadang meaningless kadang juga meaningful banget.

Allah, sesungguhnya aku selalu ingin hadir di saat mereka membutuhkanku. Namun jika Kau tidak mengizinkan, tolong jaga mereka yaa.

Sayangku, aku senang, bersyukur, sekaligus sedih mengenal kalian. Aku senang karena kalian sempat mengisi hidupku, merangkulku dalam kebahagiaan dan kesedihan. Aku bersyukur karna Allah telah mengirim kalian sebagai jawaban atas doaku ketika aku memintaNya agar mengirimkan malaikat-malaikat berwujud manusia. Dan aku sedih karna waktu perpisahan di antara kita semakin mendekat. Terimakasih kuucapkan atas kenangan yang telah kita ukir bersama di kamar tercinta ini.

Otakku sudah mencapai kebuntuan karna aku bingung harus kuungkapkan dengan cara apa lagi. You have to know and understand that I love you damn much. Semoga kita tetap saling mencinta dalam doa…

PhotoGrid_1370515504895

Advertisements

One thought on “365 Dormitory

  1. like thiss dea sayang.. menyentuh banget dee..jadi kangen kalian, makasih yaa . ayoo semangat nulis nya.. biar jadi penulis terkenal.aamiin (maaf ternyata kemarin ga masuk comennya aku coment lewat blog aku.maaf yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s