Renungan

Hidup Tanpa Tantangan Itu Nggak Asik

Untuk sebagian orang yang lebih mengenal saya, mungkin jarang melihat saya menangis atau mungkin memang tidak pernah menangis dan berpikir bahwa jalan hidup saya mulus-mulus saja. Namun faktanya adalah TIDAK. Begitu banyak masalah dan cobaan saya hadapi. Di saat saya rapuh, di saat saya jatuh saya mengungkapkan ekspresi saya bukanlah dengan air mata tapi dengan berpikir –apa salah saya- -apa yang sudah saya lakukan hingga saya seperti ini- -bagaimana saya menyelesaikannya- dan yang terakhir adalah -bodohkah saya apabila tidak bisa melewati masalah ini- Saya hanyalah wanita biasa yang mempunyai banyak kekurangan serta kelebihan yang mungkin tidak terlihat.

Di penghujung SD saya menghadapi masalah yang hampir membuat saya menangis tapi karena saya masih terlalu kecil, saya menganggapnya angin lalu hingga masalah itu lenyap sendiri.

Mulai masuk SMP saya menemukan banyak hal baru yang tidak saya temukan di SD. Mungkin saya melewati masa pubertas. Tapi pada saat itu, masa kanak-kanak saya masih terbawa. Bisa dibilang pada saat SMP, saya cupu, norak, nggak gaul. Saya jarang nonton bioskop, saya jarang main (hanya terkadang di saat bosan), saya jarang jalan-jalan (mentok-mentok paling ke MM), saya jarang beli pulsa, dan saya belum berani untuk menerima cowok-cowok yang pernah mengutarakan perasaannya pada saya. Di saat semua teman-teman saya melakukan hal yang tidak saya lakukan, saya masih bisa menyesuaikan diri saya di lingkungan itu dan saya berhasil melewatinya hingga saya masuk SMA (Alhamdulillah SMA yang saya inginkan).

Begitu banyak perubahan yang saya rasakan di masa SMA. Disini saya berbaur dengan lebih banyak orang. Orang-orang dengan berbagai macam karakter. Kini, saya menjadi lebih berani, berani untuk mencoba hal-hal baru yang belum berani saya coba pada saat SMP atau sebelumnya. Emosi saya yang masih labil, perbedaan pendapat dengan orang tua, pengaruh dari lingkungan pergaulan, pendirian saya yang ternyata masih goyah, dan pemikiran saya yang masih sempit saya rasakan saat ini menjadi tantangan yang luar biasa buat saya. Di saat saya menghadapi sebuah masalah, saya menyadari bahwa ternyata disini saya lebih mengutamakan kepuasan hati saya dan emosi sesaat.

Memasuki gerbang kehidupan bagaikan memasuki gerbang DUFAN.

Bayangkan pada permainan tornado. Awalnya, saya tidak berani mencoba permainan ini. Tapi karena dorongan teman-teman saya bahwa saya pasti bisa, akhirnya terpaksa saya mengikuti permainan ini. Di tengah permainan, saya hampir menangis karena tidak kuat. Rasanya seperti ingin mati saja. Tapi karena permainan ini memaksa saya untuk terus melewatinya sampai selesai, akhirnya saya dapat melaluinya hingga selesai.

Bayangkan jika DUFAN hanyalah sebuat lahan kosong tanpa permainan apapun. Apa yang kita rasakan ? hanya kekosongan dan kehampaan.

Seperti itulah hidup, beracam-macam ujian dan rintangan kita temui dan harus kita lewati. Apabila kita yakin dan percaya bahwa kita bisa melewati sebuah masalah, kita pasti bisa melewatinya. Namun, apabila hidup ini tanpa ujian dan cobaan. Hidup ini tak akan meninggalkan kesan di hatimu, sedikitpun dan tak banyak pelajaran yang dapat kamu ambil.

Tulisan ini sebenarnya tidak penting untuk kalian baca, tapi pertama-tama saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya untuk kedua orang tua saya karena saya belum bisa membanggakan kalian.

Best regards

Dea

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s